Woro-Woro Atau Pemberitahuan Orang Meninggal

0 431

Woro-Woro Atau Pemberitahuan Orang Meninggal

Pada saat woro- woro di Jawa hal itu menandakan bahwa nyawa orang telah mati. Ketika salah satu masyarakat suku Jawa meninggal, ritual adat istiadat pun tak lepas mengiringi.

Adapun maksud dari segala tradisi itu ialah agar pihak yang meninggal dapat tempat dan di terima di akhirat.Biasanya hal tersebut dilakukan oleh keluarga melalui tradisi Slametan.

Setiap ada orang yang meninggal pasti ada prosesi atau langkah-langkah suatu tradisi yang harus di lakukan,yang pertama di lakukan ialah woro-woro atau memberitahukan kabar duka tersebut pada tetangga sekitar.

Pada langkah pertama bagi Jenazah yang baru saja meninggal dunia segera ditidurkan secara membujur, menelentang, dan menghadap ke atas. Selanjutnya mayat ditutup dengan kain batik yang masih baru. Mayat itu ditidurkan perlu direndam dengan air, maksudnya agar dipan itu tidak dikerumuni semut atau binatang kecil lainnya.

Digunakan pula Tikar sebagai alas tempat jenazah dibaringkan yang diberi garis tebal dari kunyit dengan maksud agar binatang kecil tidak mengerumuni mayat. Terakhir adalah membakar dupa wangi atau ratus untuk menghilangkan bau yang kurang sedap.Biasanya pihak yang di tunjuk untuk memandikan kalau yang meninggal wanita yang memandikan pihak wanita yang masih memiliki ikatan dan bila laki-laki yang memandikan pihak laki-laki.

Beberapa orang terdekat bertugas memanggil seorang modin dan mengumumkan kematian itu kepada para sanak saudara dan tetangga. Pemberitaan dilakukan dengan bantuan pengeras suara dari masjid terdekat. Setelah kabar tersiar mereka yang mendengar akan berusaha segera datang ketempat itu untuk membantu menyiapkan pemakaman.Para sanak saudara dan tetangga turut larut dalam duka dan juga memanjatkan doa.

Source Woro-Woro Atau Pemberitahuan Orang Meninggal strfrancois
Comments
Loading...