Wayang Topeng Dalam Budaya Malangan

0 65

Tari Topeng adalah seni tradisi yang menggunakan topeng. Tari ini digunakan dalam karya seni Wayang Topeng Malangan. Tari Topeng juga dapat ditampilkan secara “lepas” dari lakon Wayang Topeng menurut perkembanganya. Dalam bentuk lakon biasanya menjadi bagian dari sebuah cerita yang menggambarkan karakter tertentu dalam cerita tersebut. Pertunjukan Wayang Topeng biasanya memakai sekelompok pengrawit “Karawitan” dalam mengiringi pertunjukan tersebut. Pada tari “lepas” biasanya tarian yang dipilih adalah tarian “Bapang” dan “Patih” saja.

Biasanya Wayang Topeng Malangan  memakai celana atau lakon Panji ceritanya antara lain, Sayembara Sedolanang, Umbul-umbul Majapura, Baderbang Sisik Kencana, Panji Laras, Walangwati-walang Semirang, Patah Kundonowa Rongso, Adege Kediri, Jenggala Mbangun Candi, dan masih banyak lagi. Peran dalam Wayang Topeng dibagi menjadi 4 yaitu :

  1. Protagonis dari tokoh baik Kerajaan Jenggala dan Kediri yaitu tokoh Panji dan Putri
  2. Antagonis dari Kerajaan Sabrang atau seberang yaitu, Kerajaan Dulang Kencana, Bantar Angin dan lainnya. Tokohnya adalah, Klana, Bapang, Patih Sabrang dan Butho
  3. Tokoh lucu biasanya abdi yaitu, Demang dan Emban

Tokoh hewan seperti Ayam, Naga, Ikan, Monyet, Celeng/Babi, Sapi, dan Lalat (jelmaan Walangwati-walang Semiran.

Wayang Topeng dalam budaya Jawa mempunyai perkembangan yang beragam, baik sebagai pertunjukan ritual ataupun sebagai seni pertunjukan. Semula topeng adalah benda yang wujudnya sebagai peniruan wajah  leluhur, yaitu orang yang telah meninggal dunia, seperti kepala keluarga, marga, kepala suku, atau pangeran-pangeran dari kerajaan masa lalu. Keterkaitan topeng dengan roh leluhur. Konon ada tradisi membawa topeng-topeng milik penari tertentu ke makam khusus (Pundhen) untuk mendapatkan magis, aktivitas itu bagi masyarakat setempat disebut ‘stren’.

Perkembangan Tari Topeng Malangan

Dalam perkembangannya, Tari Topeng Malangan mulai meredup seiring dengan perkembangan jaman. Kurangnya regenerasi dan kesadaran masyarakat sangat mempengaruhi eksistensi dari kesenian satu ini. Namun beberapa sanggar tari di kabupaten Malang masih mempertahankan warisan budaya satu ini. Usaha pelestarian tersebut terbukti dengan mengadakan pertunjukan secara teratur dan dengan berbagai modifikasi dan penambahan variasi dalam pertunjukannya agar lebih menarik, namun tidak meninggalkan ciri khas yang ada. Agar kesenian wayang topeng bisa tetap lestari tentunya ada peran masyarakat dan pemerintah yang sangat di butuhkan dalam menjaga dan melestarikan kesenian ini.

Source Wayang Topeng Dalam Budaya Malangan Wayang Topeng Dalam Budaya Malangan Wayang Topeng Dalam Budaya Malangan

Leave A Reply

Your email address will not be published.