Wayang Preman di Jogja International Heritage Festival Wayang

0 166

Wayang Preman di Jogja International  Heritage Festival Wayang 2017 merupakan salah satu rangkaian acara yang diadakan di Plaza Serangan Umum 11 Maret di nol KM Daearah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 5 November 2017, yang diadakan setiap 2 tahun sekali yang mana pada tahun ini mengambil tema wayang. Tema ini diambil dengan alasan bahwa wayang sekarang telah menjadi Warisan Budaya International yang telah diakui oleh UNESCO pada tahun 2003. Maka dengan hal ini perlu ada aktifitas-aktifitas guna pelestarian budaya wayang itu sendiri.

Maka pada tahun ini melalui Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta mengambil tema wayang karena ada 3 unsur yang menjadi kekayaan Bangsa Indonesia yang telah menjadi Warisan Budaya International dunia saat ini yaitu keris, batik dan wayang.

Inilah yang menjadi keterkaitan acara Jogja International  Heritage Festival Wayang 2017 dimana pada tanggal 7 November 2017 dijadikan hari Wayang International. Dimulai dari Sanding Dalang 1000 buto yang sukses dilakukan kemudian di lanjutkan pembukaan pameran wayang sampai pagelaran wayang preman, yang mana sampai pada tanggal 11 November 2017 puncak acaranya ada pagelaran Wayang Kulit Semalam suntuk di Sasono Hinggil Dwi Abad.

Pada rangkaian acara Jogja International Heritage Festival Wayang 2017 Wayang Preman salah satu yang ditampilkan di Plaza Serangan Umum 11 Maret di nol KM Daearah Istimewa Yogyakarta, dimana wayang preman ini merupakan wayang perpaduan antara wayang klasik dengan wayang kontemporer, biasanya yang diambil tema pada wayang klasik berupa tema harta, tahta dan wanita, ditema Wayang Preman ini berbeda, mereka lebih menceritakan tentang keberagaman, gotong royong dan perut kosong yang kesemuanya itu menjawab kegelisahan yang sedang kita alami di Indonesia ini. Antara klasik dan kontemporer dijadikan satu dalam satu pandangan. Acara ini di sutradarani oleh RM. Kristiadi.

Dilihat dari captionnya Wayang Preman ini seperti di sangar-sangarke (dibuat menakutkan seperti aura preman), tapi bukan itu intinya, wayang preman ini malah memperkaya khasanah seni dan budaya yang sudah ada sekarang ini yang di kembangkan oleh generasi muda yang mana lahir di jaman sekarang ini. Wayang lebih kekinian dapat diistilahkan begitu

Wayang bagi anak muda sekarang ini berkembang menjadi hal yang luar biasa dalam berbagai bentuk, warna, jenis dalam wujud yang menjadi bagian dari Warisan Budaya International. Sehingga muncul paradikma dominan di dunia yang diistilahkan dengan pakem, sementara realita menunjukan perkembangan yang luar biasa yaitu dengan munculnya wayang preman yang mana bagi generasi muda sekarang ingin membebaskan diri dari paradikma dominan sehingga muncul wayang preman ini yang lebih memperkaya  khasanah budaya wayang di Indonesia dan dunia.

Sebagai tawaran wayang preman yang diyakini terjadi perubahan yang baik yang berefek terhadap generasi muda yang selalu diupayakan yang berkelanjutan, dimana sekarang ini dunia semakin maju dengan teknologi yang mana sangat membantu satu sama lain untuk memberikan informasi dengan dunia luar yang harus mau tidak mau harus kita hadapi.

Wayang Preman kali ini bercerita tentang konflik legendaris antara Pandawa dan Kurawa, walaupun terjadi perpindahan dari wayang klasik ke wayang preman, konflik ini masih saja terjadi. Ini lebih mengingatkan kepada kita hendaknya lebih bijaksana lagi dalam menghadapi kehidupan didunia ini walaupun kehidupan kita bisa berubah.

Kastum yang digunakan wayang preman sangat gaul atau diistilahkan anak muda sekali dimana lebih menggambarkan keadaan mereka yang sebenarnya,  tidak hanya di kastum saja, gerak tari juga lebih bebas dalam artian masih menggunakan gerak dasar klasik Jawa tetapi lebih di kontemporerkan sehingga menjadi lebih menarik untuk dinikmati. Iringan lagu pun menjadi lebih mantap lagi, perpaduan antara gamelan plus sinden yang merupakan alat musik klasik dipadukan dengan ala band komplit dengan penyanyi model sekarang ini.

Wayang Preman di Jogja International Heritage Festival Wayang 2017 semoga menjadi khasanah bagi anak muda dan siapa saja yang tidak hanya menampilkan karya-karya klasik seperti Mahabarata dan Ramayana saja tetapi lebih pada kekiniannya anak muda, yang mana kenyataan ini harus kita pahami karena hasil penciptaan karya seni wayang preman ini tidak terlepas dari komunitas kehidupan masyarakat yang memiliki berbagai aktivitas anak muda sekarang, tetapi juga mereka punya keinginan melestarikan kesenian tradisional dengan pengembangan jaman anak muda sekarang ini.

Source https://myimage.id https://myimage.id/wayang-preman-di-jihfw-2017/
Comments
Loading...