Wayang Bengkong, Kesenian Langka Asli Lasem

0 57

Wayang Bengkong merupakan wayang langka yang diwarisi oleh sebuah keluarga. Keberadaan wayang ini masih terpelihara sangat baik oleh sebuah keluarga di Desa Kajar. Wayang Bengkong termasuk salah satu dari jenis wayang menurut asal daerah. Wayang ini berasal dari daerah pegunungan di Kabupaten Rembang tepatnya di Dukuh Ngeblek Desa Kajar Kecamatan Lasem. Kesenian wayang dalam masyarakat selain sebagai wujud tradisi kebudayaan juga dijadikan sebagai sarana hiburan. Pertunjukan kesenian wayang dapat dinikmati dan diakses oleh semua lapisan masyarakat, dalam masyarakat kesenian wayang dianggap mempunyai kedudukan penting. Cerita-cerita wayang dapat mengajarkan manusia untuk hidup selaras, harmonis dan bahagia. Dalam wayang ditampilkan contoh-contoh perilaku baik dan jahat, namun pada akhirnya perilaku jahat akan kalah oleh kebaikan. Pada hakikatnya pementasan wayang mengandung nilai-nilai dan filosofi yang tersembunyi.

Sejarah Wayang Bengkong

Wayang Bengkong merupakan wayang keluarga ditemukan dalam kurun waktu yang sangat lama sekitar tahun 1925-an oleh canggah dari keluarga besar pemilik Wayang Bengkong yaitu Bapak Kamin Munawar. Keluarga Bapak Kamin mewarisi wayang ini sebagai wayang warisan leluhur yang diturunkan secara turun menurun dari generasi kegenerasi silsilah keluarga. Kondisi Wayang Bengkong tidak pernah mengalami kepunahan, wayang ini masih terawat sehingga tidak pernah mengalami kerusakan hingga saat ini. Wayang Bengkong merupakan jenis wayang yang keluar dari pakem wayang Jogja dan wayang Solo. Dalam pementasannya, wayang ini tidak bercerita tentang kisah Mahabarata dan Ramayana melainkan bercerita tentang keperluan dari penanggap Wayang Bengkong.

Gambaran Wayang Bengkong

Wayang Bengkong termasuk wayang yang keluar dari pakem wayang Solo dan Jogja. Pementasan Wayang Bengkong, tokoh Wayang Bengkong serta alur cerita Wayang Bengkong berbeda dengan wayang pada umumnya. Menurut tokoh sejarawan Lasem, sejarah awal ditemukan Wayang Bengkong ada kemungkinan berkaitan dengan zaman kerajaan Majapahit. Tokoh Sejarawan Lasem juga menunturkan bahwa kemungkinan wayang ini dulunya adalah bentuk dari jenis wayang krucil.

Wayang Bengkong terdiri dari tiga wayang yaitu Mbah Semar, Den Panji dan Sri dilihat dari pementasannya Wayang Bengkong merupakan wayang perkaulan atau wayang yang dipentaskan karena ada suatu hajat atau nadzar dari seseorang. Bentuk penyajiannya, wayang ini berbeda dengan wayang-wayang kebanyakan disebabkan oleh wayang ini tidak memiliki alur cerita secara pakem. Wayang ini menceritakan tentang nazdar dari penanggap Wayang Bengkong. Wayang Bengkong dalam pementasan, dalang berperan penting dalam mengemas cerita. Dalang akan bercerita atas wangsit atau petunjuk yang diterima oleh dalang dari penanggap dan tidak adanya gamelan pengiring. Para pengrawit akan mengiringi wayang dengan suara vokal yang mirip suara gamelan.

Perlengkapan dalam pementasan Wayang Bengkong khususnya setting panggung tidak seperti pertunjukan wayang kulit yang ditata dengan menggunakan konsep pentas yang terdiri dari layar putih berupa kain putih (Putra, 1990 : 53). Pementasan Wayang Bengkong hanya menggunakan sebatang pisang dengan ukuran panjang kurang lebih satu meter yang sudah ditata rapi sebagai media untuk menancapkan wayang. Pementasan wayang ini juga tidak memerlukan alat musik yang berupa gamelan. Alunan musik dalam pementasan wayang ini menggunakan suara empat orang panjak.

Perkembangan Wayang Bengkong Era Sekarang

Eksistensi wayang bengkong semakin menghilang, akibat tergerusnya arus globalisasi yang membawa berbagai macam kebudayaan yang berbeda. Kesenian wayang bengkong di daerah Lasem ini kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat dan pemerintah setempat. Sikap masyarakat yang kurang antusias terhadap kesenian ini tentunya menjadi Hambatan dalam pelestarian wayang bengkong untuk generasi mendatang.

 

Source Wayang Bengkong, Kesenian Langka Asli Lasem Wayang Bengkong, Kesenian Langka Asli Lasem

Leave A Reply

Your email address will not be published.