Wawacan Ogin Amarsakti

0 153

Wawacan Ogin Amarsakti

Wawacan merupakan salah satu bentuk kesusastraan yang hadir di tanah Sunda kira-kira pertengahan abad ke-17 melalui ulama Islam dan pesantren. Wawacan adalah cerita panjang yang berbentuk dangding (menggunakan aturan pupuh). Pupuh memiliki ikatan berupa guru lagu (ketentuan vokal pada akhir larik), ikatan berupa guru wilangan (ketentuan jumlah suku kata pada tiap larik atau padalisan), ikatan berupa gurugatra (ketentuan jumlah larik pada tiap bait atau pada) dan ikatan berupa karakter pupuh. Pupuh yang berkembang di tatar Sunda sebanyak 17 pupuh, yaitu sinom, durma, maskumambang, kinanti, jurudemung, ladrang, pangikur, pucung, asmarandana, wirangrong, balakbak, gurisa, magatru, lambang, gambuh, dandanggula dan mijil.

Isi dari sebuah wawacan pada mulanya adalah tentang lukisan kehidupan dan perkembangan agama Islam. Namun dalam perkembangan selanjutnya, wawacan juga memuat tentang kebenaran kesaktian dan keagungan keluarga raja serta para kyai. Kesaktian yang dikemukakan dalam wawacan, misalnya: manusia dapat terbang, manusia berubah menjadi patung, binatang dapat berbicara, atau binatang dapat menjelma menjadi manusia. Selain itu, isi wawacan juga banyak yang berasal dari kesusastraan Jawa, seperti Wawacan Sekartaji dan Wawacan Anglingdarma. Dan, ada pula yang merupakan saduran dari cerita wayang, misalnya Wawacan Batara Kala dan Wawacan Dewaruci.

Lazimnya wawacan ditampilkan melalui media seni belik atau mamaca yang ditembangkan oleh beberapa orang secara bergiliran. Seorang bertindak sebagai pembaca, sementara yang lain berperan sebagai penembang. Pada zaman silam, seni belik dipentaskan sebagai hiburan dalam upacara khitanan, perkawinan, upacara guar bumi (mulai menggarap tanah), mipit (mulai menuai padi), ngakut (memindahkan padi ke lumbung), dan ngaruat (upacara penolak bala bagi orang tertentu agar terhindar dari malapetaka).

Salah satu dari sekian banyak wawacan yang tersebar di tatar Sunda adalah Ogin Amarsakti. Secara ringkas wawacan ini mengisahkan tentang perjalanan hidup Raden Amarsakti yang penuh cobaan. Raden Amarsakti adalah putra Raja Mahruf dari istri kedua, Lesmaya Mahadewi. Sejak dilahirkan, Amarsakti telah dibuang ke laut oleh istri Raja Mahruf yang pertama, yaitu Dewi Nurhayati. Di tengah laut Amarsakti ditemukan oleh Raja Antaboga yang bertahta di Kerajaan Malebah. Setelah Amarsakti dewasa, Raja Antaboga membeberkan asal-usul Amarsakti bahwa ia sebenarnya putra Raja Madusari, yakni Raja Mahruf. Selanjutnya Amarsakti menyamar dengan nama Sarah dan berupaya mencari ayah dan ibu kandungnya. Dengan melalui berbagai cobaan, Amarsakti akhirnya dapat mempertemukan kedua orang tuanya. Di samping itu Amarsakti memperoleh istri cantik dan harta warisan dari ayah angkatnya, Raja Antaboga dan Raja Mahruf.

Dari ringkasan cerita dapat diketahui bahwa Wawacan Ogin Amarsakti bertemakan keagamaan yang dititikberatkan pada pelajaran budi pekerti. Perbuatan jahat tidak akan membawa manfaat seperti yang dilakukan oleh Dewi Nurhayati terhadap Dewi Lesmaya. Demikian pula seperti perbuatan yang dilakukan oleh tokoh yang ada pada wawacan ini. Mereka yang berbuat jahat akhirnya mengalami kekalahan.

Source http://uun-halimah.blogspot.co.id/ http://uun-halimah.blogspot.co.id/2008/10/wawacan-ogin-amarsakti.html
Comments
Loading...