Waktu Penyelenggaraan Upacara Nan’ dai

0 79

Waktu Penyelenggaraan Upacara

Upacara itu dijatuhkan pada waktu malam hari, dan dila­kukan sesudah sembahyang Isya’. Kebetulan malam itu adalah malam bulan purnama, saat yang baik ini memang dinanti oleh keluarga Pak Marhamah. Sebab menurut perhitungan hari, saat bulan purnama ini, dianggap waktu yang terbaik. Saat bulan purnama, adalah waktu suasana di desa terang, karena sinar bulan. Sedang saat berlangsungnya upacara dijatuhkan pada saat orang-orang baru lepas sembahyang Isya’. Keluarga Pak Marhamah, demikian juga tetangga dekatnya, memilih sesudah sembahyang Isya’ untuk mengadakan kenduri atau melangsungkan hajad selamatan, jika dilakukan pada ma­lam hari. Waktu sesudah Isya’ dianggapnya tepat karena waktu itu cu­kup longgar,karena orang sudah lepas dari kewajiban salat, da­lam siklus lima waktu. Tempat Penyelenggaraan Upacara.

Keluarga Pak Marhamah tinggal di rumah Pegun, rumah tradisional, dengan gaya arsitektur khas Madura. Rumah itu terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian muka, yang berfungsi sebagai pendopo, rumah induk, dan dapur. Di sebelah kanan rumah, terletak surau, dan beberapa bangunan lain di sekeli­ling tanean (halaman bersama). Patonah dan suaminya, bertempat tinggal di salah satu kamar dalam rumah induk itu. Mereka masih menumpang pada rumah orang tuanya. Upacara pelet kandhungitu dilang­sungkan di bilik Patonah. Sudah sejak tiga hari, rumah Pak Marhamah kelihatan sibuk, karena adanya persiapan upacara tersebut. Bilik yang di­tempati Patonah dan suaminya itu, sebenarnya bagian dari rumah induk yang dibuat sekatnya menjadi kamar. Oleh sebab itu dapur maupun kamar mandi masih menjadi satu dengan orang tuanya.

Source https://jawatimuran.wordpress.com https://jawatimuran.wordpress.com/2012/10/12/nan-dai-upacara-kehamilan-adat-madura/
Comments
Loading...