Upacara Tradisi Tumbuk Ageng, dari Keraton Yogyakarta

0 50

Upacara tumbuk ageng merupakan salah satu upacara dari serangkaian siklus hidup manusia Jawa yang diselenggarakan pada masa tua, yaitu ketika seseorang berumur 8 windu (64 tahun). Bila pada usia 64 tahun tidak memungkinkan, maka upacara tumbuk ageng ini dapat dilakukan pada saat seseorang berumur 10 windu (80 tahun).

Kata tumbuk ageng berasal dari dua kata, yakni kata ‘tumbuk’ dan kata ‘ageng’. Tumbuk berarti bertepatan atau berbarengan, dan ‘ageng’ berarti besar, agung. Jadi upacara tumbuk ageng merupakan suatu upacara yang dilakukan tepat pada saat seseorang berusia 8 x 8 tahun (64 tahun). Pada saat usia 64 tahun ini, hari wetonnya tepat sama dengan hari (weton) pada saat ia sebagai bayi lahir ke dunia.

Upacara tumbuk ageng ini dapat diselenggarakan secara climen (kecil-kecilan), prasaja (sederhana), atau rowa (besar-besaran, meriah). Perbedaan penyelenggaraan itu terletak pada perlengkapannya dan jenis serta jumlah sesaji ketika melaksanakan kenduri. Semakin banyak jumlah sesaji dan perlengkapan yang dibutuhkan, maka akan semakin banyak biaya yang dibutuhkan.
Sesaji
Kenduri biasanya diselenggarakan sehari sebelum dilakukan upacara tumbuk ageng. Ketika seseorang menyelenggarakan upacara tumbuk ageng secara climen, maka sesaji yang dipersiapkan adalah sebagai berikut:
• nasi tumpeng,
• lauk pauk,
• pisang raja,
• minuman,
• ayam sajodo,
• seperangkat pakaian.
Bila upacara tumbuk ageng dilaksanakan secara rowa, maka sesaji yang dibutuhkan berupa:
• Nasi tumpeng berjumlah 64 atau 80
• Kelan jangan (sayur) bermacam-macam
• Lauk-pauk
• Jenang, bermacam-macam
• Minuman, bermacam-macam
• Buah-buahan, bermacam-macam
• Rujak
• Telor ayam
• Biji-bijian (beras, kedelai, kacang, dan lain-lain)
• Bumbu-bumbu (bawang merah, bawang putih, merica, ketumbar, dan lain-lain)
• Makanan ringan, bermacam-macam
• Pakaian (kain, bahan pakaian) sesukanya
• Tanaman
• Hewan peliharaan
• Perhiasan pakaian
• Barang-barang lainnya, sesukanya.

Source https://3jawakers.wordpress.com/2013/12/12/siklus-hidup-manusia-jawa-ketika-masa-tua-upacara-tumbuk-ageng/ 3jawakers.wordpress.com
Comments
Loading...