Upacara Tradisi Tetesan Di Yogyakarta

0 42

Upacara Tradisi Tetesan Di Yogyakarta

Upacara Tradisi Tetesan adalah upacara sunatan bagi anak perempuan di Jawa. Upacara Tradisi Tetesan ini diselenggarakan untuk menandai bahwa seorang anak perempuan sudah menginjak dewasa. Salah satu ciri seorang anak perempuan menginjak dewasa.beberapa prosesi yang harus dilalui.

Sebelum prosesi  dimulai, biasanya diadakan selamatanlebih dahulu. Dalam selamatan ini ada beberapa uba rampe yang harus disiapkan. Diantaranya adalah jenang merah, jenang putih, jenang boro-boro, tumpeng robyong, tumpeng gundul, gula kelapa setangkep, kelapa setandan (setundhun).

Selain itu disediakan pula beras, kemiri, menyan, lawe, lampu minyak kelapa “dlupak”, kendi, ayam betina yang masih hidup seekor, pisang ayu “pisang raja dengan kualitas bagus” dan sirih ayu, jambe dengan tangkainya, dan uang senilai perempatan “misalnya Rp 250,00 atau Rp 2.500″.

Setelah digelar selametan, biasanya prosesi upacara tetesan segera dimulai. Prosesi pertama adalah si anak dipangku oleh orangtua atau orang yang dituakan. Si anak dipangku menggunakan dingklik atau kursi yang diberi alas tikar.

Alas tikar tersebut dilengkapi dengan daun-daunan yang terdiri dari daun apa-apa, kluwih, dhadhap srep, kara, dan rumput alang-alang. Saat dipangku kepala si anak ditiup dari belakang oleh orang yang memangkunya.

Setelah digelar selametan, biasanya prosesi upacara tetesan segera dimulai. Prosesi pertama adalah si anak dipangku oleh orangtua atau orang yang dituakan. Si anak dipangku menggunakan dingklik atau kursi yang diberi alas tikar.

Alas tikar tersebut dilengkapi dengan daun-daunan yang terdiri dari daun apa-apa, kluwih, dhadhap srep, kara, dan rumput alang-alang. Saat dipangku kepala si anak ditiup dari belakang oleh orang yang memangkunya.

Setelahnya, bidan atau tenaga medis membersihkan kemaluan si anak dengan menggunakan cairan antiseptic dan kunyit. Kalau pada jaman dahulu, si anak hanya diberihkan kemaluannya dengan kunyit dan yang melakukannya adalah seorang dukun.

Namun seiring kemajuan jaman, bidan atau tenaga medis lainnya mengambil alih prosesi membersihkan kemaluan si anak. Bekas kapas untuk membersihkan kemaluan si anak biasanya diletakkan di tempat khusus yang lazimnya terbuat dari tanah liat. Setelahnya, kaps tersebut dikubur di tanah atau bisa juga dilarung ke sungai.

Setelah disunat atau dibersihkan kemaluannya, si anak diharuskan meminum jamu yang sudah disiapkan. Jamu tersebut terdiri dari lengkuas, kencur, kunyit, asam, tumbar, adas pulo waras, kayu manis. Semua bahan tersebut diolah dengan cara ditumbuk sampai halus lalu diperas dan diambil airnya. Air perasan inilah yang diminum. Seusai meminum jamu si anak menelan isi telur ayam mentah.

Seusai rampung acara sunatan dan minum jamu, biasanya si anak dimandikan dengan air kembang setaman atau istilahnya siraman. Biasanya yang melakukan siraman adalah kedua orang tua si anak dan orang yang dituakan di dalam keluarga tersebut. Usai siraman, si anak kemudian diharuskan menggunakan busana Jawa atau kebaya. Setelah prosesi ini, Upacara Tetesan pun dianggap sudah selesai.

Source https://www.jogjaland.net/ https://www.jogjaland.net/upacara-tradisi-tetesan/

Leave A Reply

Your email address will not be published.