Upacara Tedun Dusun Tlacap, Yogyakarta

0 204

Upacara Tedun Dusun Tlacap, Yogyakarta

Padi merupakan suatu tanaman yang menghasilkan beras. Di Indonesia, beras merupakan suatu makanan pokok sehari-hari masyarakatnya. Meskipun beberapa masyarakat ada yang menggantikan beras dengan bahan lainnya seperti ubi, jagung, kentang dan yang lainnya, akan tetapi kebanyakan masyarakat lebih memilih beras sebagai makanan pokoknya. Tak heran jika petani akan melakukan berbagai upaya untuk menghasilkan padi yang terbaik.

Adat istiadat dan budaya warisan nenek moyang merupakan suatu kekayaan tersendiri yang patut untuk dibanggakan. Seperti halnya dengan Yogyakarta yang terkenal sebagai kota budaya yang sangat menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya yang dimilikinya. Sebagai kota budaya, Yogyakarta memiliki masyarakat yang sangat menghargai dan melestarikan adat istiadat warisan nenek moyangnya. Seperti halnya dengan warga Dusun Tlacap, Grojogan, Desa Pendowoharjo, Kec. Sleman, Kab. Sleman yang masih melestarikan upacara adat yang sering disebut dengan Upacara Tedun. Upacara Tedun merupakan suatu upacara tradisi yang dilakukan setiap kali musim tanam padi akan dimulai. Tedun sendiri dalam bahasa Jawa berarti turun, maksud dari kata ini ialah, para petani yang akan melakukan tanam padi akan turun ke sawah untuk menanam padi mereka.

“Upacara tedun ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur dan permohonan yang dilakukan oleh para petani agar kelak padi yang dihasilkan akan berlimpah dan agar padi yang ditanam terhindar dari hama dan penyakit.”, ujar Marsudi, selaku sesepuh desa setempat. Upacara tedun ini dilakukan setelah petani usai melakukan pengolahan sawah yang biasanya proses olah sawah ini akan rampung dalam waktu satu minggu. Ketika prosesi olah sawah telah usai, para petanipun bergegas untuk mempersiapkan berbagai hal yang akan diperlukan dalam upacara tedun. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam prosesi upacara tedun ini diantaranya ialah jenang blowok atau yang sering kita kenal dengan jenang sumsum yang dilengkapi dengan sirup gula merah, pisang dan bunga setaman yang disajikan bersama dan sering disebut dengan ubarampe. Ubarampe ini merupakan suatu sajian yang mengandung harapan agara padi yang ditanam melimpah dan petani selalu diberikan perlindungan, limpahan rizki dan selalu diberikan kesehatan.

Berbagai ubarampe yang dipersiapkan dalam upacara tersebut bukan tak mengandung arti dan tujuan. Masing-masing ubarampe yang dipersiapkan mengandung makna tersendiri. Seperti halnya dengan jenang blowok. Jenang ini disajikan dengan tujuan agar dapat memulihkan tenaga bagi para petani setelah usai melakukan prosesi pengolahan tanah. Pada masa nenek moyang, pisang yang digunakan dalam prosesi upacara ini ialah menggunakan pisang biji atau masyarakat jawa menyebutnya dengan pisang klutuk. Pisang ini dipilih dengan harapan agar padi yang ditanam kelak menghasilkan padi yang padat dan berisi. Kembang setaman beserta kemenyan yang dibakar merupakan perlambangan supaya do’a yang kita panjatkan dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Setelah berbagai persiapan usai, warga pun siap untuk melakukan kirab.

Source http://jogjatv.tv http://jogjatv.tv/events/upacara-tedun-dusun-tlacap/
Comments
Loading...