Upacara Sepitan/ Sunatan/ Khitanan Di Banyumas

0 224

Upacara Sepitan/ Sunatan/ Khitanan Di Banyumas

Anak laki-laki yang menginjak usia sekitar 12 -14 tahun, biasanya dikhitan sebagai tanda sudah baliq. Upacara sunatan biasanya dilakukan dengan memasang tarub, disaksikan oleh para famili, tetangga dan warga desa lainnya.

Dahulu yang menyunat anak dilakukan oleh dukun sepit. Biasanya sunatan pada pagi hari (subuh). Sebelumnya anak yang mau disunat disuruh berendam selama kurang lebih satu jam agar darahnya tidak banyak keluar. Apalagi jaman dahulu, pengobatan masih sangat sederhana. Alat yang digunakan si dukun dahulu dari welad (sembilu), kemudian menggunakan pisau kecil atau pemes.

Anak yang baru dikhitan, biasanya tidak boleh banyak bergerak dan tidak mandi cukup disekah (diusap pakai lap basah), agar bagian luka yang disunat tidak kena air, sehingga cepat sembuh. Anak yang bersangkutan juga harus menjalani puasa ngasrep  (makanan tanpa garam, gula, dan cabai). Pantangan itu bertujuan agar darah tidak keluar dari luka, dan cepat kering.

Anak-anak yang disunat biasanya mendapat hadiah dari sanak famili ataupun para undangan dan teman sebaya. Hari-hari penyelenggaraan sunatan bagi si anak biasanya dilakukan dengan memilih hari baik, bukan hari pantangan.

Demikian pula dengan pemilihan bulan yang didasarkan pada perhitungan tertentu sehingga dianggap baik untuk melaksanakan hajatan. Bulan yang dianggap baik untuk mengadakan hajatan pada umumnya adalah bulan Besar (Dulhijjah), Mulud (Rabi’ulawal), Jumadilakhir, Rajab dan Ruwah (Sya’ban).

Source http://aminhidayatcenter.blogspot.com/ http://aminhidayatcenter.blogspot.com/2012/01/upacara-adat-banyumas-masyarakat-jawa.html
Comments
Loading...