Upacara Sedekah Laut Kabupaten Pati

0 337

Sedekah laut merupakan ritual yang dilakukan oleh warga dipesisir pantai, contohnya di Desa Bendar Kecamatan Juwana Kabupaten Pati. Sedekah laut merupakan rutinitas yang wajib dilaksanakan oleh warga juwana. Tradisi ini merupakan suatu bentuk upacara tradisional yang dilakukan oleh warga setempat dan tamu undangan yang dipimpin oleh sesepuh dan pinisepuh daerah tersebut.kebudayaan ini bersifat abstrak ,dan kebudayaan ini merupakan adat istiadat mengatur dan memberi arah kepada perbuatan dan karya manusia dalam aspek fisik.

Hasil gambar untuk upacara sedekah laut pati

Makna Upacara Sedekah Laut

Upacara ini mempunyai makna yaitu ucapan puji syukur warga terhadap rizki yang diberikan dan  sebagai kesanggupan untuk berbakti kepada ibu pertiwi serta melestarikan warisan dari nenek moyang secara umum dalam bentuk upacara tradisi sedekah laut, yaitu memberikan sedekah atau sesaji kepada laut yang telah memberikan hasil laut yang melimpah kepada masyarakat Juwana, pendukungnya dengan sebuah harapan agar kehidupan tetap aman dan dapat memberikan penghasilan yang melimpah ruah serta dijauhkan dari segala macam mara bahaya. Upacara ini juga merupakan selamatan yang perlu dilakukan untuk bersedekah dan dapat digunakan sebagai simbolis penolak bala .

Tujuan Upacara Sedekah Laut

Maksud dan tujuan dari tradisi sedekah laut ini adalah memberikan persembahan dan penghormatan yang berupa sesaji yang ditunjukan kepada roh–roh para leluhur dan penguasa laut yang dianggap telah menjaga para nelayan dan bumi pertiwi yang ditempati dalam keadaan aman, tentram, sejahtera jauh dari segala macam permasalahan dan mara bahaya, dan sedekah laut ini juga bertujuan untuk mendidik kaum muda sehingga nelayan pintar bersyukur, menjunjung tinggi rasa saling kerjasama, persatuan, ketulusan dan pengorbanan.

Upacara sedekah laut ini juga diadakan dalam rangka memenuhi kebutuhan spiritual, supaya ingat kepada Tuhan YME. Tradisi ini sebenarnya bersumber dari agama yang diberi hiasan budaya daerah, oleh karena itu orientasi kehidupan rohani orang jawa senantiasa memperhatikan nilai–nilai luhur yang telah diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang. Disamping itu upacara tradisi ini dilakukan dalam rangka memperoleh solidaritas sosial dan juga membutuhkan etos kerja gotong royong. Semua itu dilaksakan dengan membutuhkan banyak orang dalam upacara tersebut.

Pelaksanaan Upacara Sedekah Laut 

 

 

Sebelum pelaksanaan sedekah laut di mulai biasanya,banyak sekali kegiatan-kegiatan yang di lakukan para warga pesisir, salah satu yang tidak ketinggalan adalah persiapan untuk menata sesaji yang akan ikut di larung kelaut lepas. Setiap warga yang mempunyai alat tangkap pasti membuang sajennya masing- masing, yang berisi telur dan kembang telon yang lengkap dengan maejan. Akan tetapi acara tersebut sekarang di formalkan dengan mengadakan larung sesaji, dimana semua sajen warga akan di wakilkan menjadi satu larung sesaji di wujudkan oleh pemerintah desa yang dikemas dalam bentuk jodang sesaji berisi ndas kebo atau ndas wedhus (kepala kerbau atau kepala sapi) beserta 4 kakinya, kembang telon lengkap dengan maejan, serta kelapa muda yang dikrowoki (dilubangi) yang di dalamnya diisi dengan gula jawa. Ada dua Jodang yang di buat, jodang pertama untuk di larungkan kelaut. Sajen yang kedua setelah di kirab, akan di jadikan batas akhir dari lomba, maksudnya adu balap perahu untuk memperebutkan entok (bebek menthok), siapa yang paling banyak mendapatkannya maka itu pemenangnya.

Selain persiapan membuat sesaji, untuk di larung kelaut, yang tidak kalah penting bagi mereka yang mempunyai kapal menghias kapal-kapal mereka dengan dandanan yang begitu mewah, seperti Janur kuning menjadi salah satu hiasan utama selain kertas-warna warni, kapal-kapal yang di hias nanti akan di ikut sertakan untuk mengiringi prosesi doa dan larung sesaji ke laut, dengan tujuan agar Tuhan selalu memberi keberkahan kepada kapal-kapal mereka bila melaut, dan selalu di beri keselamatan serta mereka meminta pada tuhan agar di beri hasil laut yang melimpah saat berlayar.

Pelaksanaan persembahan ritual ini dimulai pukul 08.00 WIB, keberangkatan dimulai dari halaman balai desa bendar. Urutan ini dimulai dengan keberangkatan kelompok sekitar desa diikuti kepala desa, perangkat, lembaga desa, termasuk tim penggerak PKK, termasuk para pemimpin nelayan dan komite keseluruhan. Upacara ini disamping dermaga untuk naik kapal yang akan membawa persembahan ke tempat prosesi larung saji menuju ke laut dengan diiringi 25 putri dhomas, barongan, barongsai, marching band, dan tong-tongklek. Selain korban mengapung prosesi ada berbagai jenis lomba atau acara yang diadakan di Desa Bendar, antara lain mendaki kacang,tarik tambang, memancing sepak bola, kontes menangkap itik, dan lomba dayung perahu. Berlangsunya acara ini membutuhkan dana yang tidak sedikit, menghabiskan sekitar 350 juta. Semua dana itu didapat dari nelayan setempat. Nelayan–nelayan tersebut dibagi menjadi nelayan ngorsen atau disebut mancing, nelayan nyantrang, holer, mrawe, dan njareng. Dan tiap-tiap jenis nelayan tersebut menyumbang hiburan atau bahkan dana semata.

Agar tidak terkesan hura-hura semata, karena begitu banyaknya pemusik dangdut yang didatangkan, maka sebagai puncak acara digelar pengajian. Pengajian seperti itu jelas merupakan pengajian yang dijadikan alasan untuk menepis adanya muatan kemusyrikan dan aneka kemunkaran yang terkandung di dalam tradisi Lomban atau Pesta Laut ini. Tradisi budaya dan pengajian telah dijadikan media untuk menjejalkan kemusyrikan dan aneka kemunkaran. Pelakunya, jelas dilaknat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tapi tidak hanya acara itu saja yang digelar dalam sedekah laut ini, masih pertunjukan lain, misalnya pertandingan bola volley putra dan putri, band-band anak muda, ketoprak, dan wayang kulit.

Source Upacara Sedekah Laut di Kabupaten Pati Upacara Sedekah Laut di Kabupaten Pati Upacara Sedekah Laut di Kabupaten Pati
Comments
Loading...