Upacara Sawer Dan Buka Pintu

0 71

Upacara Sawer Dan Buka Pintu

Saat upacara nyawer biasanya dilaksanakan di luar ruangan, sedangkan benda-benda untuk panyawer yang diwadahi bokor, terdiri atas beras, irisan kunyit, gulungan sirih, uang, dan permen, yang keseluruhannya memiliki makna tersamar. Setelah juru sawer melantunkan syairnya, acara dilanjutkan dengan upacara nincak endog (upacara menginjak telur) oleh pengantin laki-laki. Pengantin laki-laki menginjak telur dan elekan di atas papan harus pecah. Setelah telur diinjak, lalu pengantin perempuan membasuk kaki pengantin laki-laki dengan air yang ada dalam kendi. Usai itu, kedua pengantin membakar harupat dan menyiramnya serta memotongkannya agar dapat getas harupateun. Setelah itu, kedua pengantin memecahkan kendi.

Semua benda yang digunakan dalam upacara nyawer dan nincak endog memiliki makna masing-masing. Sebagai intinya benda tersebut memiliki makna agar pasangan pengantin tersebut untuk saling mengingatkan, dan segala keputusan jangan diambil sendiri, tapi harus dipertimbangankan berdua.

Seusai dengan acara sawer dan nincak endog, dilanjutkan dengan ucapara buka pintu, sebelum pengantin laki-laki memasuki rumah, ia harus menunggu dulu pintunya dibuka. Sebagai simbol, pintu tersebut diganti dengan kain gorden sebagai tirai penutup. Biasanya, sebagai wakil dari kedua pengantin, pelantun juga terdiri atas penembangan perempuan dan penembang laki-laki secara berhasutan. Setelah selesai, tirai dibuka dan kedua mempelai bersalaman. Barulah mempelai laki-laki diperbolehkan masuk kedalam rumah.

Source http://senibudayakreasi.blogspot.co.id/ http://senibudayakreasi.blogspot.co.id/2016/09/rangkaian-upacara-pernikahan-suku-sunda.html
Comments
Loading...