Upacara Saparan (Bekakak) Khas Jogjakarta

0 330

Upacara Saparan (Bekakak) Khas Jogjakarta

Penyelengaraan upacara ini berada di Desa Ambarketawang, yang terletak di Kecamatan Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki tradisi khas berupa Upacara Adat Yogyakarta Penyembelihan Bekakak. Upacara ini merupakan penyembelihan sepasang boneka temanten (pengantin jawa) muda yang terbuat dari tepung ketan yang dilaksanakan setahun sekali dalam bulan Sapar (kalender jawa).

Waktu penyelenggaraan upacara Saparan Gamping telah ditetapkan, ialah setiap hari Jumat pukul 14.00 (kirab temanten bekakak). Penyembelihan Bekakak dilakukan pada pukul 16.00.Sehingga pelaksanaan upacara dilaksanakan dengan khitmat ,penuh makna dan dilaksanakan secara urut dan runtut.

 

Pada zaman dahulu saat Kraton Yogyakarta sedang berlangsung, para abdi dalem bertempat¬† tinggal di pesanggrahan Ambarketawang kecuali Ki Wirasuta yang memilih tinggal di sebuah gua di Gunung Gamping. Pada bulan purnama antara tanggal 10 dan 15, pada hari Jum’at terjadi musibah. Gunung Gamping longsor, Ki Wirasuta dan keluarganya tertimpa longsoran dan dinyatakan hilang karena jasadnya tidak ditemukan. Hilangnya Ki Wirasuta dan keluarganya di Gunung Gamping menimbulkan keyakinan pada masyarakat sekitar bahwa jiwa dan arwah Ki Wirasuta tetap ada di Gunung Gamping.Dan hal tersebut dipercayai oleh warga sekitar.

Tradisi ini merupakan tradisi yang menceritakan atau mengisahkan seorang tokoh yaitu Ki Wirasuta, satu dari tiga bersaudara dengan Ki Wirajamba dan Ki Wiradana yang merupakan Abdi Dalem Hamengkubuana I yang sangat dikasihi.

Tujuan dari adanya penyelenggaraan upacara ini adalah kesetiaan Ki Wirasuta dan Nyi Wirasuta kepada Sri Hamengkubuana I, akan tetapi acara ini di maksudkan untuk mendapatkan keselamatan bagi para masyarakat yang mengambil batu gamping agar terhindar dari marabahaya.

Sehingga masyarakat selalu mendekatkan dan selalu melakukan tradisi ini untuk menjaga kelestarian budaya dan sebagai bentuk cinta pada tanah air untuk menjaga dan melestarikan budaya agar tidak hilang maupun dilupakan generasi penerus. Adanya penyelenggaraan ini juga mengenalkan kepada anak cucu agar selalu memahami setiap makna dari upacara yang baik untuk kelangsungan hidup ini,karena upacara adat istiadat ini merupakan tradisi turun temurun dan harus selalu dikenal.

 

Source Upacara Saparan (Bekakak) Khas Jogjakarta mahesa83
Comments
Loading...