“Upacara Sanggaran” Upacara Meminta Petunjuk Dan Berkah

0 224

Tradisi Sanggaran dilaksanakan warga sekitar setiap malam Jum’at Pahing. Dalam ritual ini, pengunjung dapat meminta semacam ramalan sekaligus doa dengan cara menggunakan janur kuning. Ritual ini dipercaya warga sekitar sebagai sarana untuk meminta petunjuk dan berkah. Hal ini dimulai karena pengaruh R. Ng Yosodipuro yang berjasa dalam membawa rakyat Pengging dalam meningkatkan hasil pertanian dan mengusir hama.

Pelaksanaan Upacara Sanggaran

Upacara ini menggunakan janur kuning yang disediakan oleh juru kunci yang dilaksanakan sejak sore sampai menjelang tengah malam. Dalam janur kuning akan terdapat tulisan Arab yang dapat dibaca dan diterjemahkan maknanya oleh juru kunci, yang nantinya merupakan jawaban atas maksud peziarah. Pada akhir Upacara Sanggaran, apabila telah terbaca tulisan Arab yang tertera pada janur kuning tersebut, ini berarti bahwa para peziarah yang ikut upacara ziarah tersebut telah mendapatkan jawaban dari apa yang menjadi diinginkannya. Setelah itu tinggal meyakini makna tulisan yang tertera pada janur kuning yang disanggarkan.

Tidak ada peraturan khusus bagi peziarah yang ingin datang ke sini. Yang terpenting adalah menjaga sopan santun baik dari kata-kata maupun perilaku. Tidak membawa senjata, minuman keras, jika ingin mengambil foto harus lapor pada juru kunci dan juga tidak boleh mengganggu ketentraman di kompleks pemakaman ini.

Tujuan Pelaksanaan Upacara Sanggaran

Upacara Sanggaran dan kungkum itu bertujuan sebagai penguatan dasar hidup yang holistis secara lahiriah dan batiniah. Keberlangsungan upacara Sanggaran dan kungkum terus mendapati pemaknaan sesuai dengan tuntutan zaman. Dulu pada masa awal, ritual itu dimaksudkan untuk memperkuat kesadaran masyarakat Jawa terhadap kekuasaan Tuhan. Upacara tersebut mengajarkan manusia untuk menjalani hidup dengan ikhtiar dan doa. Sanggaran, menurut beberapa sesepuh, merupakan laku sederhana dengan menempatkan sesuatü di tempat yang dianggap keramat untuk meminta petunjuk melalui tanda-tanda yang di-sanggar-kan, yakni janur kuning.

Tanda doa orang dalam Sanggaran yang dikabulkan adalah jika pada janur yang disanggarkan telah terdapat tulisan dengan huruf Arab atau huruf Jawa. Tulisan itu biasanya akan dibacakan juru kunci terkait dengan permintaan-permintaan yang telah diajukan dalam doa. Cara membaca tulisan itu adalah diterawang karena tidak tertulis, kasat mata di atas janur. Huruf-huruf yang tertera merupakan simbol dan kehidupan manusia yang harus dipahami dengan sungguh-sungguh berdasarkan kepercayaan secara batiniah. Upacara Sanggaran pada dasarnya menjadi cara manusia mengingat kekuasaan Tuhan. Kesadaran kosmis dengan pelbagai tata cara lahiriah menjadi representasi kekuatan spintualitas masyarakat Jawa. Segala peristiwa dan nasib hidup adalah kehendak Tuhan, tapi manusia diperkenankan untuk melakukan doa dan ikhtiar.

Source "Upacara Sanggaran" Upacara Meminta Petunjuk Dan Berkah "Upacara Sanggaran" Upacara Meminta Petunjuk Dan Berkah "Upacara Sanggaran" Upacara Meminta Petunjuk Dan Berkah
Comments
Loading...