budayajawa.id

Menelisik Upacara “Sandhul Pantel” Di Madura

0 56

Sandhur Pantel adalah kesenian tradisional yang berasal dari desa Ambunten Barat,sebuah desa di kecamatan Ambunten, Madura Jawa Timur. Kesenian ini menggambarkan bagaimana rapuh dan begitu sangat bergantung pada rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Fungsi awal dari kesenian ini adalah sebagai media berkomunikasi dengan Tuhan untuk meminta agar dijauhkan dari segala macam bentuk bencana. Tidak hanya itu saja, Pementasan Sandhur Pantel juga dipentaskan untuk memohon turun hujan saat kemarau panjang datang,untuk acara rokat anak,untuk nelayan yang berkurang hasil tangkapan ikannya,dan juga sebagai proses penyembuhan.

Sejarah Lahirnya Sandhul Pantel

Sejarah dari lahirnya kesenian ini adalah konon terdapat seorang anak dari desa Ambunten barat bernama Sandhur, yang taat beragama. Karena ketaatannya ,seseorang yang dikultuskan dalam daerah tersebut merasa iri terhadap Sandhur dan takut akan kehilangan wibawanya, dan berencana membunuhnya. Dikisahkan juga, sang pelaku tidak berhasil membunuh Sandhur, karena Sandhur telah dimasukkan oleh Yang Maha Kuasa kedalam sebuah pohon besar, yang dimana proses ini sekarang disebut dengan Sandurrelang. Karena geram tidak mampu menemukan Sandhur, sang pelaku kemudian melakukan mediasi dan mendapat suara gaib yang menunjukan posisi dimana Sandhur berada. Tanpa membuang waktu,sang pelaku kemudian menghampiri pohon tersebut dan menggergajinya.

Gambaran Kesenian Sandhur Pantel

Kesenian Sandhur Pantel sendiri merupakkan perpaduan antara seni tari, musik, dan tembang. Dalam setiap pementasannya, Sandhur Panel dimainkan oleh Pria dan wanita yang terdiri dari 13 penabuh pria, 5 penembang wanita, 1 orang dalang, dan 14 orang penari. Gerakan tarian dari Sandhur pada Sandhur Panel sendiri ada 14 gerakan tari dengan durasi pementasan selama 5-6jam. Pementasan Sandhur Panel biasanya dilakukan pada malam hari dan dibagi menjadi dua babak. Komposisi dari Sandhur Panel yaitu dibelakang adalah para penabuh, didepan penabuh adalah penembang wanita, didepan penembang wanita adalah ketua dari Pementasan Sandhur Panel (dalang), sementara diposisi terdepan adalah para penari berjumlah 14 orang.

Makna Upacara Sandhul Pantel

Sandhur Pantel dianggap mampu membuka pintu langit dan Tuhan Penguasa alam semesta mengulurkan kasih sayangnya. Kesenian Sandhur Pantel dipentaskan bertujuan untuk memenuhi hajat orang banyak, komunitas tertentu atau pun secara individual dan untuk memohon agar hujan segera turun apabila kemarau panjang datang serta sumber air sangat kecil, serta apabila para nelayan berkurang hasil tangkapan ikannya (rokat pangkalan), ketiga untuk sebuah acara rokat anak (rokat pandabha), dan terakhir pementasan Sandhur Pantel dilaksanakan untuk proses penyembuhan.

Makna yang lebih mendalam dari pesan-pesan yang disampaikan adalah manusia haruslah menjaga keselarasan dan keharmonisan dengan lingkungan alam. Apabila manusia sudah meninggalkan dan tidak mempedulikan lagi pada lingkungan sosial, lingkungan alam bahkan tidak ada rasa takut dan tunduk kepada Sang Pencipta, maka akan terjadi berbagai musibah. Melalui media Sandhur, manusia diingatkan kembali kedudukannya sebagai makhluk yang lemah dan dhoif. Di samping itu melalui media Sandhur Pantel manusia merekatkan tali ukhuwah Islamiah dan bersama-sama mencari ridho, pertolongan dan perlindungan Allah SWT.

Source Menelisik Upacara "Sandhul Pantel" Di Madura Menelisik Upacara "Sandhul Pantel" Di Madura Menelisik Upacara "Sandhul Pantel" Di Madura
Comments
Loading...