Perlengkapan yang dipakai dalam upacara ini diantaranya :

-Pisang Sanggan, terdiri dari buah pisang raja,

-Suruh ayu (daun sirih yang masih segar),

-Gambir,

-Kembang telon atau 3 macam bunga : mawar, melati, dan kantil,

-Lawe wenang atau benang warna putih untuk mengikat daun sirih.

Jalannya Upacara Panggih

Setelah akad nikah di laksanakan kedua keluarga besar mempelai bersiap-siap untuk menjalani prosesi upacara panggihan. Prosesi tersebut ialah :

1.Penyerahan Pisang Sanggan
Yang dilakukan pertama kali ialah penyerahan pisang sanggan yang diberikan kepada pihak mempelai wanita dari pihak mempelai pria.

2.Liron Kembar Mayang
Acara selanjutnya dengan saling menukar kembang mayang antara kedua mempelai yang diwakili oleh saudara-saudara mereka dengan makna dan tujuan bersatunya cipta, rasa, dan karsa demi kebahagiaan dan keselamatan.

3.Gantel atau Lempar Sirih
Kedua pasangan ini saling melempar sirih yang telah diikat oleh benang berwarna putih dengan harapan semoga semua godaan hilang terkena lemparan itu.

4.Ngidak Endhog (Menginjak Telur)
Menginjak telur ayam yang dilakukan oleh pengantin pria kemudian dibersihkan atau dicuci kakinya oleh pengantin wanita.

5.Sindur dan Timbangan
Upacara selanjutnya adalah menyampirkan kain atau sindur ke pundak pengantin dan dipegang oleh ayah pengantin wanita untuk menuntun pasangan pengantin ke kursi pelaminan dengan harapan keduanya pantang menyerah dan siap menghadapi tantangan hidup.

6.Minum Air Degan
Pengantin minum air kelapa di mana air kelapa menjadi lambang air suci, dengan dikepyok bunga warna-warni dengan harapan keluarga mereka dapat berkembang segalanya dan bahagia lahir batin.

7.Kacar Kucur
Pengantin pria mengucurkan penghasilan kepada pengantin perempuan berupa uang receh beserta kelengkapannya atau beras, serta biji-bijian. Di tampung di kantung yang terbuat dari kain, yang bermakna bahwa kaum pria bertanggung jawab memberi nafkah kepada keluarga.

8.Dulangan
Selanjutnya pengantin pria membuat nasi kepal tiga kali lalu menyuapinya ke pengantin wanita, maknanya adalah perpaduan kasih pasangan laki-laki dan perempuan.

9.Mapag Besan
Orang tua pengantin wanita menjemput orang tua pengantin pria atau besan. Mapag besan memiliki makna kerukunan antar keluarga kedua mempelai.

10.Sungkeman
Acara terakhir ditutup dengan acara sungkeman. Kedua mempelai berlutut atau jongkok didepan orang tuanya sebagai ungkapan bakti kepada orang tua serta mohon doa restu.

Hal tersebut merupakan langkah-langkah ketemunya jodoh bagi orang Jawa dahulu dan di bawa hingga sekarang.