Upacara Nyewu Adat Kematian Orang Jawa

0 341

Upacara Nyewu Adat Kematian Orang Jawa

Adat kematian orang Jawa sebenarnya cukup menarik. Karena secara konsep, kematian hanya dianggap sebagai matinya jasad dan nafsu di dunia. Sebagai peralihan dari alam dunia menuju alam gaib.

Karena itu wajar, bila ada selamatan-selamatan yang tetap digelar sekalipun si mendiang sudah cukup lama meninggal. Orang yang meninggal dunia dianggap mengalami pembebasan, yang nanti akan membantunya menemukan hakikat kehidupan.

Istilah kematian ini disebut juga dengan kesripahan atau lelayu.

Upacara Nyewu

Selamatan nyewu adalah peringatan hari keseribu meninggalnya seseorang. Menurut kepercayaan tradisional, setelah seribu hari maka roh tidak akan kembali kepada keluarganya lagi.

Inti dari upacara ini memohon pengampunan kepada Tuhan. Perlengkapan upacara: 
– Golongan bangsawan: takir pentang yang berisi lauk, nasi asahan, ketan kolak, apem, bunga telon ditempatkan distoples dan diberi air, memotong kambing, dara/merpati, bebek/itik, dan pelepasan burung merpati. 
– Golongan rakyat biasa: nasi ambengan, nasi gurih, ketan kolak, apem, ingkung ayam, nasi golong dan bunga yang dimasukan dalam lodong serta kemenyan.

Upacara tersebut diadakan setelah maghrib dan diikuti oleh keluarga, ulama, tetangga dan relasi.

Source https://www.kompasiana.com/ https://www.kompasiana.com/dewisundari/5923e08ddb9373c724a1ddbb/kenali-adat-kematian-orang-jawa
Comments
Loading...