Upacara Nelung Dina Adat Kematian Orang Jawa

0 230

Upacara Nelung Dina Adat Kematian Orang Jawa

Adat kematian orang Jawa sebenarnya cukup menarik. Karena secara konsep, kematian hanya dianggap sebagai matinya jasad dan nafsu di dunia. Sebagai peralihan dari alam dunia menuju alam gaib. Karena itu wajar, bila ada selamatan-selamatan yang tetap digelar sekalipun si mendiang sudah cukup lama meninggal. Orang yang meninggal dunia dianggap mengalami pembebasan, yang nanti akan membantunya menemukan hakikat kehidupan. Istilah kematian ini disebut juga dengan kesripahan atau lelayu.

Selamatan atau slametan merupakan unsur dominan dalam upacara adat Jawa. Asal katanya adalah slamet, yang bermakna selamat, bahagia dan sentosa. Acara ini biasanya diadakan secara lesehan, dengan hidangan berupa nasi tumpeng lengkap dengan lauk-pauk. Terkait dengan lelayu, selamatan yang digelar menurut adat kematian jawa antara lain:

Upacara Nelung Dina

Dilakukan tiga hari setelah hari kematian. Selamatan ini dilakukan sebagai penghormatan para ahli waris kepada roh yang meninggal. Sebab masyarakat Jawa meyakini bahwa sampai pada hari ketiga, roh si mati masih berada di rumah. Kemudian mulai mencari jalan keluar yang termudah untuk meninggalkan keluarga dan kediamannya.

Source https://www.kompasiana.com/ https://www.kompasiana.com/dewisundari/5923e08ddb9373c724a1ddbb/kenali-adat-kematian-orang-jawa
Comments
Loading...