Upacara Mitung Dina Adat Kematian Orang Jawa

0 124

Upacara Mitung Dina Adat Kematian Orang Jawa

Adat kematian orang Jawa sebenarnya cukup menarik. Karena secara konsep, kematian hanya dianggap sebagai matinya jasad dan nafsu di dunia. Sebagai peralihan dari alam dunia menuju alam gaib. Karena itu wajar, bila ada selamatan-selamatan yang tetap digelar sekalipun si mendiang sudah cukup lama meninggal. Orang yang meninggal dunia dianggap mengalami pembebasan, yang nanti akan membantunya menemukan hakikat kehidupan. Istilah kematian ini disebut juga dengan kesripahan atau lelayu.

Selamatan atau slametan merupakan unsur dominan dalam upacara adat Jawa. Asal katanya adalah slamet, yang bermakna selamat, bahagia dan sentosa. Acara ini biasanya diadakan secara lesehan, dengan hidangan berupa nasi tumpeng lengkap dengan lauk-pauk. Terkait dengan lelayu, selamatan yang digelar menurut adat kematian jawa antara lain:

Upacara Mitung Dina

Selamatan ini dilakukan tujuh hari setelah meninggalnya seseorang. Untuk memperlancar keberangkatan roh si mati, secara simbolis genteng atau jendela akan dibuka sebelum selamatan dimulai.

Termasuk dalam hidangan selamatan mitung dina adalah kue apem, nasi asahan, daging goreng, pindang merah yang dicampur dengan kacang panjang serta pindang putih.

Source https://www.kompasiana.com/ https://www.kompasiana.com/dewisundari/5923e08ddb9373c724a1ddbb/kenali-adat-kematian-orang-jawa
Comments
Loading...