Upacara Mendhak Sepisan Adat Kematian Orang Jawa

0 173

Upacara Mendhak Sepisan Adat Kematian Orang Jawa

Adat kematian orang Jawa sebenarnya cukup menarik. Karena secara konsep, kematian hanya dianggap sebagai matinya jasad dan nafsu di dunia. Sebagai peralihan dari alam dunia menuju alam gaib. Karena itu wajar, bila ada selamatan-selamatan yang tetap digelar sekalipun si mendiang sudah cukup lama meninggal. Orang yang meninggal dunia dianggap mengalami pembebasan, yang nanti akan membantunya menemukan hakikat kehidupan. Istilah kematian ini disebut juga dengan kesripahan atau lelayu.

Selamatan atau slametan merupakan unsur dominan dalam upacara adat Jawa. Asal katanya adalah slamet, yang bermakna selamat, bahagia dan sentosa. Acara ini biasanya diadakan secara lesehan, dengan hidangan berupa nasi tumpeng lengkap dengan lauk-pauk. Terkait dengan lelayu, selamatan yang digelar menurut adat kematian jawa antara lain:

Upacara Mendhak Sepisan

Mendhak sepisan dilakukan setahun setelah kematian. Istilah lainnya adalah upacara meling. Asalnya dari kata ‘eling’ yang berarti mengingat. Maksud selamatan mendhak sepisan adalah agar ahli waris mengingat kembali jasa mereka yang telah meninggal dunia. Sekaligus untuk mengingatkan, bahwa suatu saat mereka pun akan meninggal.

Source https://www.kompasiana.com/ https://www.kompasiana.com/dewisundari/5923e08ddb9373c724a1ddbb/kenali-adat-kematian-orang-jawa
Comments
Loading...