budayajawa.id

Upacara Mantu Kucing, Pengundang Hujan Warga Banyuwangi

0 8

Upacara Mantu Kucing, Pengundang Hujan Warga Banyuwangi

Berbeda dengan kampung lain yang mayoritas penduduknya beragama Islam, yang melaksanakan sholat Istisqo untuk meminta turun hujan, warga Dusun Curahjati, Kecamatan Puwoharjo, Banyuwangi, punya tradisi unik tersendiri untuk meminta turunnya hujan. Mereka akan menggelar ritual adat mengawinkan kucing atau dalam bahasa Banyuwangi disebut dengan Mantu Kucing. Upacara tradisi mengawinkan kucing ini selalu di gelar rutin tiap tahun dan biasanya dilaksanakan pada hari Jumat di bulan November di mana curah hujan benar-benar tak lagi turun.

Upacara ini di pusatkan di sumber mata air Mbah Umbulsari yang berada tepat di tepi hutan yang menjadi pembatas antara hutan milik perhutani dan persawahan warga Desa Curahjati. Ritual ini dimulai sekitar pukul 09.00 siang. Warga yang akan mengikuti ritual ini berkumpul di rumah orang yang dituakan di kampung tersebut. Kemudian berjalan bersama sejauh kurang lebih satu kilometer menuju sumber mata air Mbah Umbulsari sambil menggendong sepasang kucing jantan dan betina yang nantinya akan dikawinkan.

Di belakang rombongan berjalan pula serombongan pemain jaran kepang lengkap dengan gamelannya yang pada nantinya akan dipakai sebagai hiburan dalam perkawinan sepasang kucing tadi. Ritual mantu kucing sendiri dilaksanakan tepat di bawah pohon apak yang terdapat di sumber mata air tersebut. Pertama-tama sang sesepuh kampung bersemadi di bawah pohon tersebut untuk meminta izin menggelar ritual mantu kucing sekaligus meminta berkah atas ritual ini berupa turunnya hujan.

Permintaan ditujukan kepada yang diyakini sebagai yang mbaureksa (pemilik / penunggu) mata air Umbulsari. Kemudian setelah selesai bersemadi sang sesepuh kampung pun mengambil sepasang kucing tersebut untuk kemudian diusap kepalanya menggunakan air mata air Umbulsari.

Itu symbol bahwa sepasang kucing itu resmi dikawinkan. Lalu setelah diusap kepalanya sepasang kucing itu pun dilepas ke air sendang. Bersamaan dengan itu, beberapa warga berebut mengambil air sendang. Mereka percaya air tersebut bisa mendatangkan berkah.

Setelah ritual mengawinkan kucing selesai barulah kemudian warga menggelar ‘tahlilan’ di sekitar sendang Mbah Umbulsari tersebut. Acara ditutup dengan makan bersama nasi tumpeng yang telah disiapkan warga. Dengan usainya makan bersama ini maka berakhir pulalah ritual upacara mantu kucing ini.

Warga pun kemudian pulang kerumah masing-masing sambil berharap hujan akan segera turun dalam waktu dekat, dan sawah mereka pun bisa kembali digarap.

Upacara Mantu Kucing, Pengundang Hujan Warga Banyuwangi

Upacara Mantu Kucing, Pengundang Hujan Warga Banyuwangi

Upacara Mantu Kucing, Pengundang Hujan Warga Banyuwangi

Upacara Mantu Kucing, Pengundang Hujan Warga Banyuwangi

Upacara Mantu Kucing, Pengundang Hujan Warga Banyuwangi

Upacara Mantu Kucing, Pengundang Hujan Warga Banyuwangi

Upacara Mantu Kucing, Pengundang Hujan Warga Banyuwangi

Upacara Mantu Kucing, Pengundang Hujan Warga Banyuwangi

Upacara Mantu Kucing, Pengundang Hujan Warga Banyuwangi

Source https://sportourism.id/ https://sportourism.id/heritage/upacara-mantu-kucing-pengundang-hujan-warga-banyuwangi
Comments
Loading...