budayajawa.id

Upacara Maleman Klaten

0 20

Upacara Maleman Klaten

Pada bulan romadhon merupakan bulan suci, bulan yang penuh rahmat dan barokah bagi umat Islam. Upacara ini konon kisahnya bermula di sekitar Masjid Mlinjon. Pada malam 21 bulan romadhon menurut keyakinan kaum muslimin adalah malam turunnya : Lailatulqodar yang artinya malam yang lebih baik dari seribu malam.

Malam itu malam yang penuh selamat sejahtera sampai terbit fajar. Pada malam malam itu Masjid Mlinjon dipenuhi oleh kaum muslimin untuk menunaikan sholat tarawih yang diteruskan dengan tadarusan Al Quran sampai larut malam menjelang suhur. Bagi masyarakat umum ikut menghormati malam bahagia itu dengan jalan jalan atau cegah lek sampai larut malam. Bahkan ada yang sampai terbit matahari dengan harapan agar mendapat Lailatulqodar.

Disekitar Masjid Mlinjon itu banyak orang yang berjualan, mendirikan stand kerajinan, mainan anak anak maka lokasi tersebut menjadi ramai. Maka keramaian tanggal malam 21 Romadhon merupakan tradisi tiap tiap tahun diadakan. Pada suatu ketika Sinuhun Paku Buwono ke X berkenan sholat tarawih di Masjid Mlinjon. Serta menyaksikan adanya keramaian tersebut dan alun alun Klaten dekat nDalem Kadipaten (sekarang gedung RSPD).

Upacara tradisional Maleman di alun alun ini berjalan baik. Bahkan dari tahun ke tahun semakin berkembang keramaiannya. Upacara tradisional Maleman di alun alun Klaten berjalan rutip tiap tiap tahun yang dimulai dari tanggal 12 Romadhon sampai dengan Hari Raya Idhul Fitri. Diteruskan dengan Upacara Syawalan di Jimbung. Sekarang upacara maleman dilaksanakan di monumen juang 45 Klaten utara dengan menampilkan nuansa islami.

Source https://nonobudparpora.wordpress.com/ https://nonobudparpora.wordpress.com/yaaqowiyuu/
Comments
Loading...