Upacara Kenduren Selametan Surakarta

0 4.262

Upacara Kenduren

Kenduren merupakan salah satu  upacara adat Jawa khusunya Solo yang berasal dari sekaten ,adat ini merupakan adat yang pertama ,adat ini juga di sebut sebagai selametan. Upacara ini dilakukan secara turun temurun sebagai peringatan doa bersama yang dipimpin ketua  adat atau tokoh agama.

Asal usul mengapa diberi nama Kenduren yaitu dari bahasa Persia, yakni Kanduri yang berarti upacara makan-makan memperingati Fatimah Az Zahroh, puteri Nabi Muhammad SAW. Fenomena nilai ritual dan budaya ini jika ditinjau dari aspek sosio-historis adalah disebabkan munculnya tradisi kepercayaan  dan keyakinan di Nusantara ini banyak dipengaruhi oleh pengungsi dari Campa yang beragama Islam.

Hal ini yaitu terjadi pada sekitar tahun 1446 hingga 1471 masehi hal  itu memberikan kontribusi yang cukup besar bagi terjadinya perubahan sosio-kultural religius di Majapahit khususnya dan di pulau Jawa pada umumnya.

Buktinya didapat dari contoh kebiasaan orang Campa yang memanggil ibunya dengan sebutan “mak”, sedangkan orang-orang Majapahit kala itu menyebut “ibu” atau “ra-ina”. Di Surabaya dan sekitarnya, tempat Sunan Ampel menjadi raja, masyarakat memanggil ibunya dengan sebutan “mak”.

Akibat adanya kebiasaan Campa yang lain terlihat pula dalam cara orang memanggil kakaknya atau yang lebih tua dengan sebutan “kang”, sedangkan orang Majapahit kala itu memanggil dengan sebutan “raka”.

Pada dasarnya ada perbedaan diantara pengaruh muslim Cina dengan Campa di masa-masa Kenduren memang sebuah tradisi yang masih dipertahankan hingga saat ini. Meski terkesan sederhana, tradisi ini sangat memiliki makna yang mendalam sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ini juga baik dilakukan di kalangan masyarakat karena dapat memperkuat ikatan sillahturahmi satu sama lain. Tradisi ini juga dikatakan sebagai tradisi yang sangat merakyat karena para warga saling berkumpul dan bersama-sama dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut,sehingga menambah kekompakan antar penduduk sekitar.

Selain tujuannya untuk  memanjatkan doa juga untuk menaikkan  leluhur orang Jawa sebelum memasuki bulan puasa.Upacara Kenduren ini umumnya dilakukan di akhir bulan Sya,ban, sebelum ritual nyekar atau tabur bunga di makam leluhur mereka lakukan.

Hal lain untuk pemanjatan doa Kenduren likuran juga merupakan  upacara kenduren yang digelar dan diselenggarakan pada tanggal 21 bulan puasa dan dilakukan untuk memperingati turunnya Al-Qur’an atau Nujulul Quran. Kenduren ba’dan juga merupakan kenduren yang digelar pada 1 Syawal atau saat hari Raya Idul Fitri.

Ritual upacara yang digelar jika suatu keluarga Jawa memiliki hajat atau tujuan, misal ketika hendak berkirim doa pada arwah leluhur, khitanan, pernikahan, dan lain sebagainya juga disebut sebagai kenduren ujar.

Di zaman modern sekarang kegiatan wetonan jarang di  dilaksanakan sebagian masyarakat tapi tidak sedikit pula yang masih melaksanakannya.Pada dasarnya kegiatan tersebut menurut kepercayaan yang diyakini dan dianut oleh warga setempat yang tinggal di suatu daerah tertentu,apa yang di percayai tergantung pada ajaran dan kebiasaan yang diperoleh sejak lama.

 

Source Upacara Kenduren kisah asal usul
Comments
Loading...