Upacara Dekahan di Nogosari Boyolali

0 179

Upacara Dekahan di Nogosari Boyolali

Ritual sedekah bumi yang sudah menjadi rutinitas bagi masyarakat Jawa. Merupakan salah satu jalan dan sebagai simbol penghormatan manusia terhadap tanah yang menjadi sumber kehidupan. Menurut cerita dari para nenek moyang orang Jawa terdahulu, “Tanah itu merupakan pahlawan yang sangat besar bagi kehidupan manusia di muka bumi.

Maka dari itu tanah harus diberi penghargaan yang layak dan besar. Ritual sedekah bumi inilah yang menurut mereka sebagai salah satu simbol yang paling dominan. Bagi masyarakat jawa khususnya para petani untuk menunjukan rasa cinta kasih sayang. Sebagai penghargaan manusia atas bumi yang telah memberi kehidupan bagi manusia”.

Sehingga dengan begitu maka tanah yang dipijak tidak akan pernah marah seperti tanah longsor dan banjir dan bisa bersahabat bersandingan dengan masyarakat yang menempatinya. Ritual dekahan dalam tradisi masyarakat Nogosari. Salah satu bentuk untuk menuangkan serta mencurahkan rasa syukur kepada Tuhan YME atas nimat dan berkah yang telah diberikan-Nya.

Sehingga seluruh masyarakat Nogosari bisa menikmatinya. dekahan pada umumnya dilakukan sesaat setelah masyarakat yang mayoritas masyarakat agraris habis menuai panen raya. Sebab tradisi dekahan hanya berlaku bagi mereka yang kebanyakan masyarakat agraris dan dalam memenuhi kebutuhannya dengan bercocok tanam.

Meskipun tidak menuntut kemungkinan banyak juga dari masyarakat nelayan yang juga merayakannya sebagai bentuk rasa syukurnya kepada tuhan. Menurut para nelayan disebut dengan sedekah laut. Bentuk rasa sukur masyarakat nelayan kepada tuhan sebab mereka bisa melaut dan mengais rizqi di dalamnya.

Tujuan acara dekahan

Tujuan dari dilaksanakan upacara dekahan supaya keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat menyertai seluruh warga desa Nogosari dan sekitarnya. Menurut kepercayaan orang Jawa upacara dekahan harus dilakukan dengan tujuan untuk “menyelameti” atau “menyedekahi” sawah yang dimiliki.

Agar hasil pertanian melimpah, maka bumi yang mereka tanami tersebut harus diselameti agar tidak ada gangguan. “Karena, segala rezeki yang kita dapat itu tidak hanya berasal dari kita sendiri, melainkan lewat campur tangan Tuhan,” warga diajarkan untuk terus mendekat pada Tuhan.

Rezeki itu tidak semata uang, tapi juga kebahagiaan, kenyamanan dan keamanan berkehidupan dalam masyarakat. Upacara dekahan menurut kepercayaan di desa Nogosari, wajib dilaksanakan setiap tahun sekali. Biasanya dengan melaksanakan upacara dekahan dipercaya akan mendatangkan kebaikan. Masyarakat percaya bahwa bumi yang ditempati akan aman dan tidak terjadi bencana, Apabila “diselameti”.

Source http://uktibintiarifah.blogspot.co.id/ http://uktibintiarifah.blogspot.co.id/2016/01/adat-istiadat-kebiasaan-dan-budaya.html
Comments
Loading...