Upacara Cuplak Pusar Masyarakat Tengger

0 55

Upacara Cuplak Pusar Masyarakat Tengger

Biasanya setelah bayi berumur lima atau 7 hari pusarnya mengering dan terlepas. Kejadian ini diperingati dengan suatu upacara. Upacara ini dilakukan dengan “kekerik”, yang bertujuan untuk melepaskan segala kotoran dari leluhurnya, dan supaya mendapatkan keselamatan. Mantera yang dibacakan diantaranya sebagai berikut:

“getih abang, getih putih diselameti dina iki dadi kabeh nylameti getihe.” Sajian yang disediakan ada lima macam, yaitu jenang merah, putih, kuning, hitam dan hijau. Dukun menerima sajian-sajian dan uang sekedar­nya. Tali-tali ari-arinya ditanam di dalam rumah dan selama lima hari di­beri penerangan pelita.

Pada upacara kekerik ini diadakan suatu sajian yang lebih lengkap. Pada waktu upacara itu ayah, ibu dan bayinya me­makai benang lawe yang telah dimanterai oleh Dukun. Dengan demikian keselamatan akan diperolehnya dan pertalian diantara ayah, ibu dan anak akan menjadi abadi. Tali benang lawe harus dipakai sampai rusak dengan sendirinya.

Source http://jawatimuran.net http://jawatimuran.net/2012/09/13/upacara-cuplak-pusar-masyarakat-tengger/
Comments
Loading...