Upacara Adat Pojhian Hodo di Situbondo

0 70

Upacara Adat Pojhian Hodo di Situbondo

Tetua adat masyarakat Pariopo Nyi Sarwiyah alias Bu’ Madhi membuka rangkaian upacara adat Pojhian Hodo di Dukuh Pariopo, Dusun Selatan, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, pekan lalu.

Menurut Nyi Sarwiyah, sejumlah titik tempat yang dikeramatkan di seputar Dukuh Pariopo secara bergiliran akan digelar upacara adat. “Tempat pertama yang harus dilakukan selamatan ya di Ghunong Masali dan Sombher, lalu dilanjut di rumah saya,” ujar Nyi Sarwiyah.

Upacara adat yang dimaksudkan untuk meminta turunnya hujan serta menolak marabahaya itu menurut pengurus Komunitas Adat Pariopo Ke Tohasan alias Ustad Nining, dilanjutkan di empat titik keramat berikutnya.

“Berikutnya adalah Ghunong Bhata, Ghunong Cangkreng dan terakhir di Tapak Dangdang. Namun di luar pedukuhan kita menggelarnya atas undangan warga, bukan inisiatif kita,” terang Ke Tohasan.

Rangkaian upacara adat tersebut meliputi persembahan sesajen, yang dibarengi dengan pembacaan doa yang kemudian dilanjutkan dengan kidung disertai musik mulut.

Sementara itu, Irwan Rakhday, peneliti Upacara Pojhian Hodo membagi klasifikasi tata cara upacara tersebut. “Dari penelitian saya sejak tahun 2015 hingga tahun ini, ada hal menarik yang bisa diungkapkan. Ada dua versi upacara adat ini, pertama versi musik mulut alias orsinil. Yang kedua versi musik tradisional alias hiburan,” ucap Irwan.

Versi musik mulut dilakukan secara turun temurun sejak Ju’ Modhi’ dan kawan-kawan membuka hutan dan berdiam di Pariopo. Sedangkan versi musik tradisional dilakukan sejak tahun 2005 atas saran dan masukan dari pegiat budaya, Chandra Noratio dan kawan-kawan.

“Saat ini ,kedua versi ini sama-sama berjalan. Untuk versi musik tradisional diberi tumpeng dan dilaksanakan di Bato Tomang, yaitu sebuah situs tiga bongkah batu raksasa yang menyerupai tungku,” terang Irwan.

Ditambahkan bahwa versi musik tradisional ini juga merevisi syair serta memasukkan kalimat-kalimat toyyibah. “Ada kalanya versi musik tradisional ini dipakai di tempat lain sesuai situasi dan kondisi. Namun dari pengamatan pada hari ini (2 November, red) lokasi upacara di Ghunong Masali dan Sombher memakai versi musik mulut.Tambahan di rumah Nyi Sarwiyah, memakai versi musik tradisional,” pungkas Irwan.

Source http://www.timurjawa.com http://www.timurjawa.com/2017/11/12/upacara-adat-pojhian-hodo-situbondo/
Comments
Loading...