Upacara Adat Petik Laut Puger (Larung Sesaji) Di Jember

0 261

Upacara Adat Petik Laut Puger (Larung Sesaji) Di Jember

Petik Laut atau ada yang menyebut dengan Larung Sesaji, salah satu tradisi tahunan yang ada di Puger, merupakan bentuk pengaruh kondisi alam yang didominasi oleh Lautan. Petik Laut dapat dilihat sebagai interaksi kehidupan manusia dengan alam semesta yang menyediakan berbagai sumber kehidupan baik itu ikan-ikannya maupun sumber daya alam lainnya.

Larung sesaji ini dilaksanakan setiap tahun pada Bulan Muharram dalam penanggalan Hijiriah atau Bulan Suro dalam istilah Jawa. Di wilayah setempat, arak-arakan sesaji disebut Jolen. Para nelayan memikul sesaji dari balai desa menuju pelabuhan yang berjarak sekitar 500 meter.

Sesampainya di pelabuhan, tujuh Jolen itu diletakkan di dua perahu yang telah disiapkan dan kemudian dilarung ke tengah lautan secara bersama-sama. Jolen adalah sesaji yang berasal dari hasil pertanian dan laut. Hasil alam itu disusun menyerupai gunung.

Tradisi Petik Laut berupa larung sesaji yang dihanyutkan ke tengah laut. Dinamisme kepercayaan leluhur yang merupakan bagian dari tradisi lokal dengan cara sesajian dilarung ke tengah laut menggunakan miniatur kapal atau perahu sampan berukuran kecil.

Didalamnya berisi berbagai macam buah-buahan, tumpeng dan kepala sapi. Sebelum dilarung diadakan kirab budaya atau arak-arakan keliling desa dimana para pesertanya adalah perangkat desa setempat mulai dari Ketua RT, Ketua RW sampai Kepala Desa dan warga nelayan.

Tradisi dan budaya yang berkembang di Puger tidak dapat dilepaskan dari kondisi alam yang didominasi lautan luas Samudera Indonesia. Tradisi dan budaya nelayan menjadi dominan dalam masyarakat Puger. Masyarakat yang tinggal di Puger merupakan masyarakat yang multikultura, diantara terdapat suku Mandar, Jawa, Madura, China serta sebagian kecil keturunan Eropa / Belanda campuran.

Nelayan percaya, siapa saja yang berhasil mendapatkan jolen perahu akan mendapat keberuntungan selama setahun ke depan dalam mencari ikan. Tradisi ini merupakan ritual syukur masyarakat terhadap karunia alam yang melimpah. Harapannya, nelayan dan petani desa setempat mendapat keberkahan sehingga mendapat kemudahan dalam menjalankan aktifitasnya di kemudian hari.

Source https://bagiilmunei.blogspot.com/ https://bagiilmunei.blogspot.com/2017/04/keragaman-sosial-dan-budaya-di.html https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3323472/ini-ritual-syukur-larung-sesaji-di-pantai-selatan-jember
Comments
Loading...