Upacara Adat Penyalangan Datuk

0 251

Upacara Adat Penyalangan Datuk

Salah satu tradisi suku asli desa Kungkai, kabupaten Merangin adalah Upacara Adat  Penyalangan Datuk. Tradisi ini masih terus dilestarikan masyarakat hingga saat ini. Mereka mewariskan penyelenggaraannya secara turun temurun ke anak cucu.

Tujuan upacara ini adalah menghidupkan kembali suasana silaturrahmi dan rasa persaudaraan dalam wadah yang dinamakan dengan penyalangan. Hal ini penting untuj membangkitkan kembali gairah semangat persatuan ditengah banyak masuknya pendatang dan kebudayaan asing.

Upacara Adat Penyalangan Datuk dilaksanakan sekali dalam satu tahun, di bulan Syawal atau lebih tepatnya sesudah  perayaan Idul Fitri sebelum Penyalangan kades, ungkap warga.

Salah satu Datuk di Kungkai yang terkenal dan melaksanakan tradisi ini adalah Datuk Bandar. Ia adalah salah satu dari lima datuk yang ada. Acara penyalangan Datuk Bandar  kali ini merupakan acara penyalangan terakhir dari acara serupa yang ada di desa kungkai.

Acara penyalangan Datuk Bandar beberapa waktu lalu berlangsung cukup meriah. Tanpak seluruh warga keturunan datuk bandar (anak kemenakan) melakukan arak-arakan mobil dan motor yang dikawal oleh Polsek Kota.

Rute dimulai dari Biduk Amo pasar bawah Bangko menuju ke dusun Kungkai, yang diikuti mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dengan mengenakan pakaian adat.

Setibanya arakan di dusun Kungkai, dengan diringi musik tradisional warga berjalan kaki tetap dalam arakan menuju rumah Datuk Bandar untuk melanjutkan rangkaian acara Upacara Adat.

Selanjutnya seluruh sanak kemenakan (keturunan) melakukan jabat tangan dan sungkem dengan Datuk Bandar sebagai wujud penghomatan atas orang yang di tuakan. Acara ditutup dengan makan bersama dan penampilan tari adat oleh anak anak dan kalangan dewasa.

Tradisi Penyalangan Datuk ini adalah salah satu bukti kekayaan adat istadat dan budaya kabupaten Merangin, Bumi Tali Undang Tambang Teliti.

Perhatian pemerintah, lembaga adat dan instansi terkait diperlukan agar tradisi ini tidak punah. Namun diatas itu yang terpenting adalah komitmen dan kemauan masyarakat Desa Kungkai sendiri, terutama para tokoh tuanya untuk menjaga dan melaksanakan terus tradisi ini hingga anak cucu.

Source https://www.imcnews.id https://www.imcnews.id/read/upacara-adat-penyalangan-datuk-bertahannya-tradisi-ditengah-kepungan-modernisasi
Comments
Loading...