Upacara Adat Nguras Enceh di Makam Imogiri

0 70

Upacara Adat Nguras Enceh di Makam Imogiri

Upacara Nguras Enceh atau Mengganti Air Gentong adalah tradisi yang dilakukan pada setiap bulan Sura khususnya pada hari Jumat Kliwon. Enceh atau gentong yang ada di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram Imogiri ini berjumlah 4 (empat buah). Nama-nama enceh adalah Gentong Kyai Danumaya, Kyai Danumurti, Kyai Mendung, dan Nyai Siyem. Gentong Kyai Danumaya berasal dari Kerajaan Palembang, Kyai Danumurti dari Kerajaan Aceh, Kyai Mendung dari Kerajaan Ngerum di Turki, dan Nyai Siyem berasal dari Kerajaan Siam (Thailand).

nguras enceh (membersihkan genthong) di yang berada di kompleks makam Raja-raja Mataram Imogiri memang dipercaya membawa berkah. Air dari genthong dipercaya bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit dan tolak bala.

Enceh atau gentong di makam raja-raja ini berjumlah 4 buah. Masing-masing enceh mempunyai nama tersendiri seperti Ada empat enceh yang masing masing diberi nama Nyai Siyem yang berasal dari Siam, Kyai Mendung dari Turki, Kyai Danumaya dari Aceh dan Nyai Danumurti dari Palembang. Keempat enceh ini merupakan

persembahan dari kerajaan sahabat kepada Sultan Agung. Diyakini bahwa air dalam enceh-enceh tersebut berkhasiat baik untuk kesuksesan, kesembuhan.

Sehari sebelum Upacara nguras enceh dilakukan, terlebih dahulu diadakan Upacara ngarak siwur (gayung air dengan batok kelapa dengan tangkai bambu) yang diambil dari kantor camat Imogiri. Keesokan harinya barulah Upacara Nguras Enceh dilakukan. Urutan upacaranya adalah pembukaan, tahlil, wilujengan, doa, pengalungan untaian bunga ke enceh, dan pengambilan air oleh abdi dalem berpangkat Tumenggung atau Ngabei. Setelah itu abdi dalem dibantu warga mengambil air cidukan tersebut. Setelah enceh penuh dengan air masyarakat umum baru boleh mengambil air yang dianggap bertuah tersebut. Pada proses ini para warga berebut untuk mendapatkan air kurasan enceh tersebut. Para masyarakat meyakini bahwa air kurasan enceh tersebut dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan dapat membawa berkah.

Dengan adanya tradisi nguras enceh ini menarik perhatian masyarakat terutama mereka yang memiliki kepercayaan tentang tradisi. Dalam sekarang ini tradisi nguras enceh dirasa lebih meriah karena diadakannya Kirab Budaya dengan disertai arak-arakan gunungan di sepanjang jalan menuju makam. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa menghormati para leluhur mereka, terutama seorang raja seperti Sultan Agung, mereka menganggap raja adalah utusan Tuhan YME di muka bumi ini.

Source Upacara Adat Nguras Enceh di Makam Imogiri Kompasiana Teamtouring

Leave A Reply

Your email address will not be published.