Upacara Adat Kelahiran Di Banyumas

0 175

Upacara Adat Kelahiran Di Banyumas

Salah satu tradisi khas Banyumas yang masih terpelihara hingga kini berkaitan dengan kelahiran bayi adalah penyimpanan ari-ari atau tali pusat bayi yang tidak dikubur sebagaimana di daerah lain. Setelah dipotong, baik dengan alat tradisional berupa welat (bilah bambu yang ditipiskan sedemikian rupa hingga menjadi tajam seperti pisau) yang telah dibaluti kunyit, maupun pisau dan gunting, tali pusat itu dimasukkan ke dalam kendhil (periuk dari tanah) yang masih baru.

Kemudian ditutup dengan daun pisang raja, ditaburi kembang telon (kantil, mawar, melati), minyak wangi, garam, jarum, benang, gereh pethek (sejenis ikan asin) dua ikat sirih keris dan jambe serta kemiri. Juga disertakan kertas bertuliskan huruf abjad Arab, Latin dan Jawa. Baru di atasnya ditutup dengan cobek dari tanah.

Selanjutnya, kendhil tersebut dihanyutkan di sungai, dengan maksud agar kelak anak tersebut gemar merantau. Ada pula yang digantung di laur rumah, agar kelak anaknya sendiri yang menghanyutkan. Namun juga ada yang ditanam (dikubur) oleh ayahnya sendiri. Saat menanamnya mengikuti aturan, harus berpakaian rapi, ari-ari digendong dengan selendang dan dipayungi. Setiap hari kelahirannya (weton) ari-ari ditaburi bunga telon.

Saat sisa usus bayi yang melekat pada pusar mengering dan lepas, sering disebut puput puser. Menurut adat, bila bayi laki-laki, lubang pusernya disumbat dengan dua buah mrica agar kelak menjadi lelaki sejati. Bila bayinya perempuan, lubang pusar disumbat dengan ketumbar.

Sore harinya biasanya diadakan upacara selamatan dengan hidangan terdiri dari nasi dan janganan (sayuran), jenang merah putih, baro-baro dan jajan pasar. Sedangkan sesajinya berupa golong lima yaitu ikan, padupan, bunga cempaka dan uang logam,  ditempatkan di takir (daun pisang dibentuk bundar).

Source http://aminhidayatcenter.blogspot.com/ http://aminhidayatcenter.blogspot.com/2012/01/upacara-adat-banyumas-masyarakat-jawa.html
Comments
Loading...