Upacara Adat Huap Lingkung

0 90

Upacara Adat Huap Lingkung

Huap Lingkung adalah salah satu ritual dalam adat Sunda yang dilakukan dalam upacara pernikahan. Huap Lingkung terdiri dari dua kata dalam bahasa Sunda yaitu ‘Huap’ dan ‘Lingkung’. Huap sendiri bermakna suap-suapan, dan ‘Lingkung’ dalam bahasa Sunda bermakna seperti lingkungan kerabat terdekat. Jadi Huap Lingkung memiliki arti suap-suapan yang disaksikan oleh seluruh keluarga dan kerabat – kerabat terdekat.

Alat-alat yang dibutuhkan dalam upacara adat Huap Lingkung yaitu baki, piring, gelas, kobokan, dan serbet. Sedangkan bahan yang dibutuhkan dalam upacara adat Huap Lingkung yaitu, nasi punar (13 bulatan kecil), air minum, dan ayam bakakak. Urutan dalam upacara adat Huap Lingkung meliputi:

  1. Kedua orang tua mempelai mencuci dan membilas tangan dalam air kobokan.
  2. Kedua Ibunda mempelai menyuapkan nasi punar kepada masing-masing anaknya.
  3. Kedua Bapak mempelai menyuapkan nasi punar kepada masing-masing menantunya.
  4. Kedua mempelai mencuci dan membilas tangan dalam air kobokan.
  5. Kedua mempelai mengambil nasi punar kemudian saling merangkul dan menyilangkan tagan, lalu saling menyuapi nasi punar.
  6. Kedua mempelai memegang paha ayam bakakak dan menarik secara bersamaan.

Banyak makna dibalik upacara adat Huap Lingkung tersebut. Salah satu diantaranya adalah untuk saling memulai menjaga keakraban antara kedua mempelai. Selain itu keterlibatan orang tua dan menantu juga menandakan timbulnya ikatan kekeluargaan antara dua keluarga mempelai. Diharapkan dua keluarga mempelai dapat hidup berdampingan dengan damai. Selain itu kedua mempelai diharapkan dapat mendukung satu sama lain dalam kondisi apapun. Berapapun suap nasi yang didapat, harus bisa dinikmati berdua secara bersama-sama.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Huap-Lingkung/
Comments
Loading...