budayajawa.id

Upacara 1 Sura di Kampung Adat Cireundeu

0 37

Upacara atau ritual ini merupakan Hari Besar atau lebaran umat pemeluk Aliran Kepercayaan yang dirayakan setiap tanggal 1 Sura menurut penanggalan tahun Islam. Biasanya dilakukan mulai dari pagi hari hingga malam hari yang bertempat di Bale (tempat berkumpul masyarakat adat), bale sendiri memiliki arsitektur yang mempunyai arti khusus, yaitu:

  1. Bentuk atap yang lurus ke atas yang berarti masyarakat Cireundeu memiliki satu tujuan kepada Tuhan. Di Kampung Adat Cireundeu sendiri masyarakatnya bersifat terbuka terhadap agama atau kepercayaan selain yang mereka anut, mereka memandang perbedaan terutama dalam hal kepercayaan adalah sesuatu keindahan.
  2. Terdapat empat helai kain dengan warna yang berbeda yang mengandung arti unsur-unsur bumi, terdiri dari warna hitam mempunyai makna “bumi”, warna kuning bermakna “angin”, warna putih “air”, dan yang terakhir merah bermakna api.

Makna upacara 1 Sura ini yaitu untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan Sang Pencipta selama ini kepada masyarakat Cireundeu. 1 Sura bagi warga Cireundeu, ibarat Lebaran. Sebelum tahun 2000-an, mereka selalu mengenakan pakaian baru. Namun beberapa tahun terakhir ini, adat mereka dilembagakan. Saat upacara adat, kaum lelaki mengenakan pakaian pangsi warna hitam, sementara kaum perempuan mengenakan kebaya atau pakaian warna putih. Gunungan sesajen, berupa buah-buahan dan nasi singkong, tersaji di tengah reriungan warga di Balai Adat. Warga terpekur mendengarkan wejangan dari sesepuh Kampung Cireundeu, Abah Emen Sunarya.

Source https://kampungadatcireundeu.wordpress.com/upacara-adat/ https://kampungadatcireundeu.wordpress.com
Comments
Loading...