Untuk Apakah Orang Membuat Wayang

0 130

Untuk Apakah Orang Membuat Wayang

Pada zaman prasejarah (sebelum kedatangan orang-orang Hindu), alam pikiran nenek moyang kita masih sangat sederhana. Mereka selalu dikuasai keinginan mengetahui seluk beluk semua masalah yang berada di sekelilingnya. Pada waktu itu, mereka percaya, bahwa roh yang sudah mati dianggap masih tinggal di daerah sekelilingnya. Misalnya: pada pohon, pada gunung-guung yang kemudian disebut gunung “Hyang” atau “Di-Hyang” (Dieng), atau “Dah Yang” dsb.

Roh orang yang sudah meninggal itu juga dipandang sebagai pelindung yang kuat. artinya, menjadi pelindung yang dapat memberi pertolongan dan bantuan kepada orang-orang yang masih hidup. Roh orang yang sudah meninggal itu dapat dibangunkan dan didatangkan oleh seorang “Syaman”. Cara mendatangkan roh tersebut dilakukan dengan diiringi nyanyian, pujian dan saji-sajian. Kehadiran roh orang yang telah meninggal tersebut diharapkan dapat memberi pertolongan dan bantuan atau berkah kepada mereka yang masih hidup.

Berdasarkan angan-angan itu dengan sendirinya orang sampai pada suatu usaha untuk mendatangkan roh-roh yang lebih sakti ke dalam rumah atau halaman rumahnya agar orang tersebut dapat berhubungan langsung dengan roh tersebut. Sekalipun hanya untuk sementara, namun kesempatan tersebut adalah sangat penting. Karena dalam kesempatan ini, mereka yang masih hidup dapat menghormati roh leluhurnya dengan nyanyian, pujian dan saji-sajian, yaitu: makanan, minuman, buah-buahan serta wangi-wangian yang digemari oleh roh tersebut ketika masih hidup di dunia fana. Dengan peristiwa ini orang tersebut merasa terjamin kelangsungan nasib baik, kebahagiaan dan kemakmurannya di kemudian hari.

Harapan-harapan itulah yang mendorong orang menghasilkan pembuatan bayangan, karena orang dapat membayangkan roh-roh orang yang telah meninggal. Gambara atau lukisan bentuk dari roh-roh yang dibayangkan itu bukanlah berwujud gambar realistis dari nenek moyang, tetapi berwujud gambar bayangan remang-remang, semu. Gambar bayangan tersebut Diilhami oleh bayangan-bayangan yang dilihat mengelilinginya setiap hari di waktu pagi. Itulah sebabnya gambar yang dihasilkan mempunyai kaki dan tangan yang panjang. Gambar bayangan inilah sekarang memberi bayangan yang sesungguhnya. Mungkin pada mulanya secara kebetulan dengan sengaja dipasang tabir atau selembar kain untuk membuat bayang-bayang, dan pada akhirnya tabir tersebut menjadi perlengkapan wajib.

Source https://catatanwongndeso.wordpress.com https://catatanwongndeso.wordpress.com/2014/02/21/asal-muasal-wayang/
Comments
Loading...