Unsur Tradisi Nyadran di Dam Bagong Kabupaten Trenggalek: Berprosesi atau berpawai

0 49

Unsur Tradisi Nyadran di Dam Bagong Kabupaten Trenggalek: Berprosesi atau berpawai

Nyadran merupakan tradisi dari daerah Trenggalek yang biasanya diperingati pada Jum’at Kliwon bulan Selo atau bulan jawa. Nyadran biasanya dilakukan di daerah Bagong yaitu tepatnya Dam Bagong dan dihadiri ribuan orang dari Trenggalek sendiri maupun dari luar Trenggalek. Dam Bagong adalah dam pembagi aliran sungai Bagong yang biasa digunakan untuk mengairi persawahan di Kota Trenggalek. Pertama kali Dam Bagong dibangun oleh Adipati Menak Sopal yang juga merupakan pendiri cikal bakal kota Trenggalek.

Dalam suatu sistem upacara yang kompleks mengandung berbagai unsur yang terpenting antara lain sebagai berikut:

Berprosesi atau berpawai

Pada saat berprosesi sering dibawa benda-benda keramat seperti lambing, bendera, dengan maksud supaya kesaktian yang memancar dari benda-benda itu bisa memberi pengaruh pada keadaan sekitar tempat tinggal manusia dan terutama pada tempat-tempat yang dilalui prosesi atau pawai itu. Prosesi sering juga dimaksudkan untuk mengusir makhluk halus, hantu dan segala kekuatan yang menyebabkan penyakit serta bencana dari sekitar tempat tinggal manusia. Hal ini dilakukan tidak dengan benda sakti, tetapi dengan cara menakuti makhluk halus tadi dengan cara prosesi tersebut.

Source https://jawatimuran.wordpress.com/ https://jawatimuran.wordpress.com/2016/11/15/tradisi-nyadran-di-dam-bagong-kelurahan-ngantru-kabupaten-trenggalek/
Comments
Loading...