Unsur Seni Tari dalam Sisingaan

0 199

Unsur Seni Tari dalam Sisingaan

Pengusung sisingaan harus memiliki kekompakan, keseragaman gerak, dan keluwesan dalam menari untuk memberikan tampilan keindahan yang menarik. Unsur tari sisingaan terdiri dari tiga bagian yakni:

1. Naekeun

Naekeun yakni gerak tari yang pertama kali dilakukan untuk mengangkat anak yang dikhitan ke atas sisingaan. Gerak tari naekeun terdiri dari beberapa gerakan antara lain, pasang yaitu bersiap dan memasang kuda-kuda pada saat sisingaan berada di pundak. Berikut gerakan Naekeun :

  • Gobyog, yakni gerakan naik turun sisingaan kemudian berlari.
  • Najong, yaitu melakukan tendangan kaki dan meletakkan sisingaan. Silat tepak tilu, yaitu melakukan gerakan silat menangkis, menendang, memukul, dan mengunci.
  • Depok tungkul, yakni menaikkan anak yang dikhitan ke atas sisingaan. Kidung yakni melagukan kidung yang diikuti dengan tarian, menendang, dan memiringkan badan ke kanan dan ke kiri.
  • Ewag, yakni menyanyikan lagu kidung yang diikuti dengan gerak tarian.
  • Mincid, yakni gerakan memindahkan usungan sisingaan dari pundak sambil memutarkan kepala.
  • Solor, yakni melakukan gerakan maju mundur, yang diakhiri dengan gerakan tendangan.
  • Mincid badag, yakni gerakan atau tarian dengan diikuti suara gendang yang lebih keras dan sambil melakukan tendangan.
2. Helaran

Helaran yaitu pergelaran/pagelaran yang dilakukan dengan cara berkeliling, atau sesuai dengan rute jalan yang telah ditentukan. Dalam kesenian sisingaan, helaran merupakan salah satu unsur yang harus dilaksanakan, karena hal ini telah menjadi ketentuan. Pada saat helaran para pengusung melakukan gerakan tari dengan menjaga kekompakan, saling memperhatikan gerakan satu pengusung dengan pengusung lainnya.  Gerak tari yang dilakukan dalam helaran antara lain: mincid yaitu melakukan gerakan seperti berlari kecil dan diiringi dengan musik. Mincid terbagi dua yakni mincid badag (mengangkat kaki lebih tinggi dengan irama musik keras), mincid sedeng (gerakan kaki ringan dan irama musik bertempo sedang). Najong, yakni gerakan menendangkan kaki ke depan, ke samping sesuai dengan irama gendang. Gopar/bangkaret, yakni gerakan menendang tapi ditarik kembali sebatas lutut. Meresan, yakni berjalan kecil-kecil sesuai dengan irama musik. Mars/incek, yakni berjalan kecil-kecil seiring irama yang cepat tapi halus.

Ewag, yakni gerak tari yang diikuti oleh lagu kangsreng. Gerak jaipong, yakni gerakan yang divariasikan dengan tarian jaipong di awal. Solor, yakni gerakan yang dilakukan dengan lari, lalu menghentakkan kaki ke tanah (nenjrag). Mincid badag/mincid ngabrag, gerakan untuk lebih mempercepat helaran dengan menghentakkan kaki ke tanah.

3. Atraksi/Demonstrasi

Atraksi atau Demonstrasi merupakan variasi gerak dan tari pada sisingaan yang dilakukan untuk lebih menyemarakkan dan mempunyai daya tarik. Dengan demikian penonton semakin takjub, terpukau melihat penampilan ini. Gerak dan tari yang ditampilkan dalam atraksi/demonstrasi antara lain: bubuka gebrag, yakni membuka gerakan dengan cara meloncat dan menggebrak sambil mengangkat sisingaan. Gobyog, yakni gerak naik turun sisingaan, kemudian berlari.

Najong, yakni menendangkan kaki ke depan dan ke samping, sesuai dengan irama gendang. Silat tepak tilu, yakni melakukan gerakan silat menangkis, menendang, memukul, dan mengunci. Kidung depok, yakni gerak tari yang diakhiri dengan berlutut, dengan irama yang lambat. Cisanggean, yakni gerakan penghubung antar atraksi. Ewag/ewag depok, yakni menyanyikan lagu kidung yang diikuti dengan gerak tari. Ewag luhur, yakni menyanyikan lagu kangsreng yang diikuti dengan gerak tari dan sisingaan diangkat. Mincid sedeng, yakni gerakan kaki ringan dan irama musik bertempo sedang.  Mincid variasi, yakni gerakan memindahkan sisingaan untuk berpindah pundak. Mincid solor, yakni gerakan yang dilakukan setelah ewag dalam lagu kangsreng dan lagu polos.

Gondang, yakni gerakan mundur perlahan-lahan lalu menggebrak dan menyerang sambil meloncat, kemudian telungkup.  Bukaan jaipong, yakni memadukan tari jaipong dengan gerak tari sisingaan, sehingga terlihat lebih variatif dan atraktif.  Geblag/gendut, yakni gerakan terakhir dari mincid tari jaipong sebelum masuk ke atraksi. Atraksi, beberapa atraksi yang sering ditampilkan dalam sisingaan antara lain oray-orayan, gugunungan, melak cau, dan sebagainya.

Source https://www.tradisikita.my.id/ https://www.tradisikita.my.id/2017/02/sisingaan-kesenian-tradisional-subang.html
Comments
Loading...