Ujung Serong: Baju Adat dari Betawi

0 260

Ada banyak pakaian adat di Indonesia yang memiliki nilai sejarah dan nilai pengetahuan yang penting. Salah satu dari banyak pakaian adat di Indonesia yang memiliki makna sejarah, representasi sebuah komunitas pada zamannya dan kemajuan sebuah peradaban adalah pakaian adat Betawi. Betawi adalah suku yang berada di DKI Jakarta dan sekitarnya di daerah Provinsi Jawa Barat dan Banten. Nama Betawi berasal dari kata Batavia yang diberikan orang Belanda pada masa penjajahan.

Keberadaan masyarakat Betawi merupakan proses panjang dari pembauran masyarakat di DKI Jakarta sehingga lahir kebudayaan betawi. DKI Jakarta adalah kota industri, di mana banyak saudagar-saudagar dari luar seperti Arab, Portugis, Cina yang berdagang di Jakarta. Masyarakat luar jakarta juga banyak yang berdagang di Jakarta seperti Bali, Madura, Jawa, dan Sunda. Keberadaan mereka yang secara langsung bersentuhan menciptakan kebudayaan baru yaitu kebudayaan betawi. Salah satu kebudayaan Betawi itu adalah mengenai pakaian adat Betawi.

Pakaian adat Betawi banyak dipengaruhi oleh berbagai negara lain. Hal itu dikarenakan Betawi adalah pencampuran budaya dari berbagai negara. Ada beberapa macam pakaian adat Betawi yang ada saat ini diantaranya adalah pakaian adat Ujung Serong. Pakaian adat ujung serong ini merupakan pakaian adat laki-laki budaya Betawi. Pakaian ini biasa dipakai oleh bapak-bapak yang berupa jas tertutup dengan celana pantalon. Ada kain batik yang dikenakan disekitar pinggang dengan ujungnya yang agak serong diatas lutut, dan selipan pisau raut serta terdapat aksesoris kuku macan dan jam saku rantai. Digunakan juga tutup kepala berupa liskol atau kopiah dan alas kaki sepatu pantofel. Baju adat Betawi ujung serong Ini adalah pakaian demang zaman dahulu yang kini menjadi pakaian resmi adat Betawi. Pakaian “abang Jakarte” kurang lebih seperti ini. Hanya penutup kepalanya berupa liskol, tanpa tambahan kuku macan dan jam saku rantai.

Comments
Loading...