Uang Asok Tukon Dalam Pernikahan Adat Jawa Solo

0 11

Uang Asok Tukon Dalam Pernikahan Adat Jawa Solo

Lamaran atau pinangan menjadi agenda yang harus dijalankan sebelum pernikahan. Lamaran bisa dibilang sebagai suatu upaya menyampaikan permintaan untuk mempersunting seseorang yang hendak dijadikan istri. Orang tua laki-laki biasanya mengajak serta para keluarga untuk melamar.

Sebelum melamar, laki-laki yang akan melamar mendatangi orang tua dari pihak perempuan untuk meminta izin membawa keluarga melamar anakanya, menentukan kesepakatan masalah waktu (hari, tanggal, jam), serta membicarakan besar asok tukon, paningset, srah-srahan. Saat ini, sulit membedakan antara asok tukon, paningset dan srah-srahan.

Secara harfiah asok berarti memberi dan tukon artinya membeli. Sedangkan secara kultural, asok tukon merupakan pemberian sejumlah uang dari calon mantu kepada orang tua perempuan sebagai pengganti tanggung jawab orang tua yang telah mendidik dan membesarkan calon pengantin perempuan. Jadi uang tukon berbeda dengan paningset atau srah-srahan.

Bagi sebagain orang, asok tukon dimaknai sebagai bentuk penghormatan atau wujud terima kasih dari calon pengantin pria (dalam bentuk materi atau uang) kepada calon mertua yang telah mengizinkan anak perempuannya untuk dinikahi.

Besar atau kecilnya uang asok tukon ditentukan sesuai dengan kemampuan calon mempelai pria. Karena memang pada dasarnya, dalam adat pernikahan Jawa tidak ada konsep jual beli. Tidak harus berbentuk uang tunai, asok tukon jug bisa berupa barang-barang seperti kain batik atau oleh-oleh jajanan.

Idealnya asok tukon diberikan setelah lamaran dan sebelum pemberian paningset dan srah-sahan. Namun, saat ini banyak yang memberikan asok tukon berbarengan dengan penyerahan paningset dan srah-srahan karena pertimbangan efisiensi waktu dan kepraktisan.

Perbedaan Asok Tukon dengan Paningset dan Srah-srahan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, asok tukon merupakan ungkapan terima kasih dan penghormatan dari calon pengantin pria pad calon mertuanya. Sedangkan paningset merupakan tanda jadi, atau tanda peresmian bahwa calon mempelai pria dan calon mempelai perempuan telah resmi dijodohkan. Sedangkan srah-srahan adalah hantaran berupa barang-barang keperluan pengantin pria yang biasanya diserahkan menjelang ijab kabul.

 

Sumberhttp://mahligai-indonesia.com/pernikahan-nusantara/prosesi-adat/uang-asok-tukon-dalam-pernikahan-adat-jawa-solo-5867

Leave A Reply

Your email address will not be published.