Tujuan Tradisi Tawur Agung di Candi Prambanan

0 85

Tujuan Tradisi Tawur Agung di Candi Prambanan

Tradisi Tawur Agung dilakukan untuk menyambut hari raya Nyepi yang jatuh pada tahun baru Saka. Tepatnya sehari sebelum hari raya Nyepi. Bagi umat Hindu ritual Tawur agung bertujuan untuk menyucikan kala dan berharap kepada Tuhan agar segala macam kotoran sirna. Sedangan bagi umat Hindu arti hari raya Nyepi adalah wujud memohon kepada Tuhan untuk menyucikan Bhuana Alit (manusia) dan Bhuana Agung (Alam Semesta) dan untuk merenungkan hakekat kemanusiaan.

Sebelum Tradisi Tawur Agung dimulai, para pemimpin umat Hindu melakukan dahulu prosesi pradaksina dengan membawa air suci dan mengitari candi Brahma, Wisnu dan Syiwa. Lalu para pemimpin umat Hindu melakukan prosesi Mendak Tirta, yaitu menempatkan air suci menuju ke altar utama. Setelah itu para umat Hindu yang diiringi kelompok kesenian mengarak ogoh-ogoh menuju altar. Ogoh-Ogoh bagi umat Hindu merupakan simbol dari unsur negatif dan sifat buruk manusia serta simbol dari kejahatan.

Kemudian kelompok kesenian membawakan tari Rejang. Setelah tarian Rejang selesai, para umat Hindu kemudian membawa air suci dan berbagai macam sesajen ke bagian selatan candi. Akhir dari ritual Tawur Agung adalah upacara sembayang yang dipimpin 4 orang Pinandhita yang terdiri dari 3 orang pedande Hindu dan seorang pedande Budha. Lalu masing-masing umat Hindu membawa pulang air suci untuk membersihkan rumah dan perkarangannya.

Saat wisata budaya Tawur Agung berlangsung, banyak wisatawan berbondong-bondong menuju ke Candi Prambanan. Untuk para wisatawan yang ingin menyaksikan tradisi Tawur Agung umat Hindu, dapat mengunjungi Candi Prambanan setiap bulan Maret.

Source http://hotelthecube.com/ http://hotelthecube.com/wisata-budaya-tradisi-tawur-agung-umat-hindu-di-candi-prambanan/
Comments
Loading...