Tradisikan Memandikan Jenazah di Jawa Timur

0 378

Tradisikan Memandikan Jenazah di Jawa Timur

Dapat di umpamakan bahwa terbitnya matahari diibaratkan lahirnya manusia, sedang tenggelamnya matahari diibaratkan akhir hayatnya manusia. Cara meletakkan posisi mayat dengan seperti itu,berarti bahwa jenazah yang dimandikan telah meninggalkan dunianya dan menghadapi dunia lain yaitu alam akherat.

Bagi orang yang sudah meninggal di dalam suatu keluarga bisa memandikan. Biasanya di sediakan disediakan tiga buah tempat air (jun) dan bokor berisi ramuan untuk keramas atau men­cuci rambut untuk orang yang meninggal. Jun yang pertama dan kedua berisi air yang diberi ra­muan kembang telon; jun ketiga hanya berisi air bersih sebagai bilasan.

Hal-hal yang perlu di lakukan untuk memandikan orang yang sudah meninggal  antara lain ialah :

1.Pakaian yang di kenakan di lepas dahulu,yang tertinggal adalah kain basahan, berupa kain panjang yang sengaja dipakai untuk menutup aurat.

2.Memandikan dimulai dengan mencuci rambut, dengan landha- merang, pekerjaan ini dilakukan oleh modin yang dibantu oleh ahli warisnya.

3.Sesudah itu jenazah disiram dari kepala ke arah kaki sam­pai tiga guyuran. Barulah dibersihkan noda yang masih melekat dengan sabun, dan baru dibilasi sampai bersih.

 ada juga kepercayaan jika seorang meninggal dunia, dan dari badannya keluar bau amis, atau bacin, (basin dalam bahasa Jawa),memberi petunjuk bahwa yang meninggal dunia ini seorang yang banyak dosa.

4.Bila sudah bersih mayat setengah didudukkan (bahasa Jawa : diengkok) dengan maksud agar kotoran dalam perut keluar, kotoran itu dibersihkan. Guyuran terakhir dilakukan oleh Pak Modin dengan menggunakan air kendi sebanyak tiga kali, dari arah kepala ke kaki. Siapkan juga kain basahan.

5.Tempat yang di gunakan untuk memandikan tidak boleh menghalangi orang lainnya misalnya; jalan raya. dindingnya dari kain berkeliling segi empat, atap­nya dari kain juga. Tempat airnya diletakkan di sebelah kiri, ber­jumlah lima biah. Posisi jenazah timur – barat, bangku yang diguna­kan duduk bagi yang memangku berjumlah empat buah ditempat­kan berhadapan.

6.Pada waktu mencucikan jenazah jumlahnya harus ganjil 3 atau 5. Sesudah dimandikan secara tuntas, barulah di”suci”kan yaitu di’Vudukan” maksudnya disucikan dari hadas besar maupun kecil. Biasanya yang melakukan upacara sesuci ini adalah Modin. Pekerjaan untuk merawat jenazah selanjutnya biasanya orang-orang dewasa atau kerabatnya sendiri,yang memiliki hubungan darah dengan orang yang meninggal.

7.Bila prosesi memandikan sudah selesai semua, air yang masih tersisa di drum diguna­kan mencuci muka, terutama anak cucunya, bahkan jika yang me­ninggal itu dianggap mempunyai ilmu yang tinggi (kesdik) orang lain pun menggunakan sisa air memandikan jenazah itu untuk mencuci muka.

Memandikan orang yang meninggal disebut Nyuceni atau membersihkan dalam bahasa Indonesianya.

Source Tradisikan Memandikan Jenazah Di Jawa Timur pusaka jawatimuran
Comments
Loading...