Tradisi Upacara Tepung Tawar Malang

0 38

Tepung Tawar

Upacara tepung tawar dilaksanakan dalam persitiwa-peristiwa penting di masyarakat, seperti kelahiran, perkawinan, diterima sekolah, dll. Dalam perkawinan, Upacara Tepung Tawar adalah simbol pemberian doa dan restu bagi kesejahteraan kedua pengantin, dan sebagai penolakan terhadap bala dan gangguan.
Tepung tawar adalah ramuan yang sebagian terdiri dari bedak selo, beras basuh, beras kunyit, inai, bunga rampai dan daun setawar dan sedingin. Setelah menggunakan tepung ini, diharapkan keadaan orang yang kena tepung ini menjadi tawar, tidak terjadi apa-apa yang dapat mendatangkan malapetaka. Begitu juga ramuan yang bernama sedingin telah tersisip harapan, agar sesuatu yang panas menjadi dingin, sedangkan setawar diharapkan kembali seperti sediakala.
Alat dan Bahan yang digunakan dalam upacara ini yaitu:
  1. Bedak dingin, tepung beras dilarutkan ke dalam air mawar
  2. Beras basuh maknanya mensucikan lahir dan batin
  3. Beras kunyit, beras yang direndam dengan air kunyit, sehingga kuning lalu dikeringkan.
  4. Daun inai
  5. Bunga rampai
  6. Daun perenjis
Cara melaksanakan upacara tepung tawar :
  1. Usapkan daun perenjis pada tangan, bahu kiri dan kanan, kepala dan pangkuan dengan niat dan doa
  2. ambil serba sedikit beras basuh, beras kunyit, bersih serta bunga rampai lalu taburkan pada yang ditepung tawari. Menaburnya sama pula dengan merenjis, ini tergantung pada status sosialnya. Juga pada waktu menabur membaca doa dalam hati supaya Allah melimpahkan kurnia dan rahmat bagi yang ditepung tawari dan sekalian yang hadir
  3. Ambil sedikit inai kemudian oleskan ke telelapak tangan seraya berdoa agar dijauhkan dari bencana semoga dapat dikabulkan, lalu merenjiskan dengan air pecung, terakhir yang di tepung tawari mengangkat tangan memberi salam sembah kepada yang menepung tawari.
Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Tepung-Tawar-1/
Comments
Loading...