Tradisi Upacara Adat Banyumas “Ujungan”

0 170

Ujungan merupakan tradisi upacara adat Banyumasan (Kabupaten Banjarnegara) yang hampir sama dengan Cowongan, hanya saja acara ritualnya sedikit berbeda karena perbedaan letak geografis juga masyarakatnya, dimana tujuannya adalah untuk meminta hujan yang telah berumur lama tidak kunjung turun, sehingga melembaga dalam kehidupan masyarakat. Dalam tradisi ini, dua orang laki-laki dewasa berkelahi saling menyerang dengan sepotong kayu (Rotan). Darah pun akan menetes membasahi tanah sawah. Dengan tradisi ini diharapkan hujan akan segera turun.

Upacara ini muncul dalam kultural masyarakat agraris di daerah Banyumas. Air pada saat musim kemarau, selalu menjadi rebutan petani bahkan sampai menyulut perkelahian. Hal ini tentu saja bisa mendatangkan kerawanan, sehingga membuat prihatin pemimpin desa. Dari keprihatinan ini muncul “petunjuk” untuk mengadakan Ujungan. Dalam upacara Ujungan, prosesi yang penting adalah selamatan dan ziarah ke makam Ki Ageng Giring dan demang pertama Gumelem. Di tempat itu dilakukan doa agar acara Ujungan keesokan harinya berjalan lancar, hujan segera turun dan kerukunan masyarakat (petani) tetap terjaga.

Upacara yang pada awalnya bersifat ritual magis ini, dalam perkembangannya telah mengalami perubahan. Pada awalnya perkelahian bersifat spontan. Kemudian diatur, antara lain dengan melibatkan wasit, anggota tubuh mana saja yang boleh dipukul, pakaian dan pelindung tubuh yang dipakai, dan lain-lain. Bahkan dalam perkembangan lebih lanjut Ujungan bisa dijadikan atraksi budaya. Artinya bisa dilakukan kapan saja sepanjang ada permintaan. Sehingga ada dua macam Ujungan yaitu: Ujungan yang bersifat sakral (untuk meminta hujan) dan Ujungan sebagai pertunjukan.

Source Tradisi Ujungan tradisi upacara adat Banyumas

Leave A Reply

Your email address will not be published.