Tradisi Unggahan Bono Keling Banyumas

0 302

Tradisi Unggahan Bono Keling Banyumas

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Terdapat penanggalan mereka (warga Jawa versi aboge) , bukan versi Pemerintah. Ribuan pengikut Bono Keling, keturunan Bono Keling dan Penganut Kepercayaan Bono Keling berkumpul untuk tradisi yang selama ini mereka jaga sebagai warisan leluhur mereka. Tradisi Unggahan Bono Keling, tradisi nyadran atau berdoa di makam leluhur mereka, seperti menengok makam leluhur membersihkan makam leluhur dan mendoakan para leluhur mereka.

Tradisi ini selalu dilakukan oleh warga Desa Pakuncen Jatilawang Banyumas Jawa Tengah merupakan Lokasi Makam Leluhur Bono Keling, Desa Adat yang masih bernuansa jawa kuno, dengan kearifan lokal yang masih lestari terasing dari gempuran kehidupan modern selama ini. Memasuki kawasan Desa Pakuncen tak jauh berbeda dengan desa desa pada umumnya, tetapi tradisi dan kehidupan mereka masih menjujung tinggi nilai nilai ajaran yang di tinggalkan leluhur mereka yaitu Kyai Bono Keling, hal ini terjaga hingga 30-an generasi yang masih menjaga dan mendiami wilayah ini. Seperti kaum wanita hanya memakai kemben dan jarik sementara kaum lelaki memaki sarung dan ikat kepala, dalam menjalankan semua aktivitasnya apalagi untuk acara ritual dan tradisi pakaian ini wajib di gunakan.

Mengenal Ciri Khas Anak Puthu Bono Keling yakni seorang Kyai Bono Keling ialah tokoh penyebaran agama Islam di wilayah Jawa Tengah bagian Selatan pada sekitar abad ke-12 M. Namun, sebelum tugasnya bersyiar agama di wilayah Banyumas selesai  Kyai Bono Keling meninggal dan dimakamkan di wilayah Jatilawang tepatnya di Desa Pakuncen yang mana lokasi ini sekarang menjadi desa adat Bono Keling dan menjadi situs cagar budaya yang telah di lindungi oleh undang undang Republik Indonesia.

Keturunan Kyai Bono Keling bahkan di percaya sebagai tokoh tokoh yang bayak bersyiar agama Islam di wilayah Jawa Timur, yaitu Pacitan dan Madiun seperti yang di gambarkan dalam Babat Pacitan, tetapi sangat sulit untuk mengetahui pasti siapa Tokoh Sesungguhnya Kyai Bono Keling karena sampai saat ini belum ada penelitian akan hal itu. Bahkan para Anak Puthu Bono Keling, yaitu sebutan Para Pengikut Bono Keling merahasiakan siapa sebenarnya Kyai Bono Keling.

Seragam yang digunakan para wanita dan lelaki berbeda, ciri khasnya yakni memakai seperti seragam yang berbalut kain putih, yang selalu khas dengan kain batik atau lendang. Yang menggambarkan betapa kental adat budaya jawa ini, dengan perpaduan agama islam yang masih kental, dan bahkan dilestarikan hingga saat ini.

 

Source Tradisi Unggahan Bono Keling Banyumas good newa from indonesia
Comments
Loading...