Tradisi Ulur-Ulur Telaga Buret Di Tulungagung

0 129

Tradisi Ulur-Ulur Telaga Buret Di Tulungagung

Ada tradisi unik yang dilakukan oleh ratusan warga Tulungagung, agar sawah yang ditanami tetap terairi air di musim kemarau. Yaitu tradisi ulur-ulur, yang dilakukan di Telaga Buret Desa Sawo Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung. Ritual tersebut menggambarkan perwujudan dewi sri dan joko sedono, sebagai simbol kemakmuran kaum petani.

Tradisi ulur-ulur diawali dengan arak-arakan yang dilakukan oleh ratusan warga dari 4 desa yakni Desa Sawo, Ngentrong, Gedangan dan Desa Gamping Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung. Dengan mengenakan busana adat jawa, mereka mengarak sepasang temanten cilik dengan menggendong hasil panen padi dibungkus pada selembar kain putih.

Serta membawa berbagai sesaji dari hasil bumi yang dikawal para sesepuh desa dan harus menempuh sejauh 3 kilometer untuk menuju telaga buret yang berada di kaki gunung. Ritual ulur-ulur merupakan upacara adat yang diselenggarakan di telaga buret, setiap tahun bulan selo tepatnya pada hari jumat lagi.

Sedangkan temanten cilik menggambarkan perwujudan dewi sri dan joko sedono, sebagai simbol kemakmuran kaum petani. Rangkaian ritual ini salah satunya menjamas arca dewi sri dan raden sedono sebagai simbul kesejahteraan.

Sumiran sesepuh desa mengatakan, tradisi ulur-ulur dilakukan sebagai ungkapan syukur warga. Tradisi ulur-ulur diakhiri dengan ritual tabur bunga setaman di telaga buret, yang dibawa oleh sejumlah remaja putri. Sementara ritual tabur bunga ini dipercaya permohonan disampaikan petani kepada dewi sri dan joko sedono akan dikabulkan oleh penguasa alam.

Source http://pojokpitu.com/ http://pojokpitu.com/baca.php?idurut=67299&&top=1&&ktg=J
Comments
Loading...