Tradisi Uleran – Tradisi unik Dusun Wiloso Memberi Makan Untuk Dewi Sri Saat Musim Tanam

0 21

Tradisi Uleran – Tradisi unik Dusun Wiloso Memberi Makan Untuk Dewi Sri Saat Musim Tanam

Warga Dusun Wiloso, Desa Girikarto, Kecamatan Panggang memiliki ritual unik setelah musim tanam. Di Gunungkidul, ritual itu diklaim hanya ada di Wiloso. Ritual apakah itu? yaitu uleran.

Uleran tersebut diberikan kepada Dewi Sri sebagai persembahan. Uleran dipercaya merupakan makanan kegemaran Dewi Sri. Saat menikmati uleran, Dewi Sri dipersilakan membawa anak cucunya. Tujuannya, agar tanaman padi tumbuh subur hingga ketika angin bertiup, tanaman padi bergelombang bagaikan air laut. Semua warga di Dusun Wiloso masih melakukan tradisi ini.

Namun, sebelum uleran ditanam di ladang, warga terlebih dahulu mengikuti kenduri di rumah ketua RT masing-masing. Kaum atau orang yang dituakan di dusun yang memimpin doa. Ritual tersebut merupakan ritual rutin setiap tahun setelah musim tanam. Setelah padi mulai tumbuh, pada Jumat Pahing, digelar ritual uler-uler tersebut. Tujuannya, agar panen melimpah dan tanaman tidak diserang hama. Namun, warga tidak lantas berpangku tangan pada kenduri itu. Selain berdoa, mereka juga melakukan usaha perawatan ladang agar panennya berhasil.

Selain itu,  juga ingin nguri-uri [melestarikan] budaya warisan nenek moyang. Dalam kenduri tersebut, ada dua ambengan yang berbentuk gunungan nasi. Ambengan pertama melambangkan kegiatan menanam tanaman pangan sedangkan ambengan lainnya merupakan lambang kegemaran Dewi Sri.

Di pucuk gunungan nasi, terdapat takir yang berisi lauk pauk, lalapan rawisan, serta uleran. Uleran itulah nantinya yang dipasang di ladang. Uleran dibuat dari tepung beras dicampur parutan kelapa dan garam. Setelah tercampur rata, dikukus dan dikaru menggunakan air panas. Kemudian dibentuk seperti ulat. Agar ada garis-garis, membentuknya digelintirkan pada pelepah pisang.

Ada dua rasa yang digunakan. Ada yang dibuat manis, ada pula yang dibuat gurih. Selain dipersembahkan untuk Dewi Sri, uleran juga bisa dinikmati warga sebagai camilan. Dalam kenduri uler-uler, warga pun saling bergotong royong. Setiap KK membawa sebakul nasi beserta lauk pauk dan uleran. Semuanya dikumpulkan menjadi satu dalam kenduri. Selain untuk melestarikan budaya warisan leluhur, kenduri tersebut juga menjadi ajang berkumpulnya warga. Ajang di mana rasa kekeluargaan semakin dipupuk.

Source http://mengenalbudayajawa.blogspot.co.id/ http://mengenalbudayajawa.blogspot.co.id/2015/02/tradisi-uleran-tradisi-unik-dusun-wiloso.html

Leave A Reply

Your email address will not be published.