Tradisi Tunggangan Tegaldowo Rembang

0 35

Tradisi Tunggangan Tegaldowo Rembang

Masyarakat Tegaldowo Rembang Jawa Tengah memiliki tiga tradisi unik yang hingga sekarang masih dipertahankan. Tiga tradisi tersebut adalah sampur bawurtradisi ngalungi, dan tradisi tunggangan. Tradisi Sampur Bawur merupakan ritual masyarakat dalam mengubur jajan apem, kembang, dan barang sesaji lainnya. Tradisi ngalungi yaitu perilaku memberi kalung kepada sapi yang dilaksanakan pada hari jumat pahing. Kemudian tradisi tunggangan merupakan tindakan seseorang menaiki naik kuda pada saat ritual pernikahan dan khitanan. Pada kali ini Penulis hanya mengulas tradisi tunggangan, karena tradisi ini unik dan telah memiliki pengikut yang kuat.

Tunggangan merupakan tindakan seseorang menaiki naik kuda. Tradisi tunggangan termasuk bagian dari ritual pernikahan dan khitanan. Pada ritual pernikahan, menunggang kuda dilakukan ketika calon pengantin laki-laki yang hendak menuju rumah calon pengantin perempuan. Pada saat ritual khitanan, tradisi tunggangan dilakukan pada saat anak laki-laki yang akan dikhitan, diarak  dengan menaiki kuda mengelilingi desa.

Fungsi tunggangan khitanan ini tidak hanya berhubungan dengan fungsi religi dan internalisasi, arak-arakan kuda ini juga berfungsi ekonomi. Dengan adanya arak-arakan anak yang akan dikhitan ini, telah berfungsi mengabarkan kepada seluruh penjuru warga desa bahwa terdapat anggota masyarakat yang menggelar hajatan besar. Dan setiap ada pagelaran hajatan besar ini, setiap anggota masyarakat desa harus menyumbang dengan membawa bingkisan dan atau uang.

Source https://www.kompasiana.com https://www.kompasiana.com/es_lodheng/tradisi-tunggangan-tegaldowo_578495d3f292730d08df8e26

Leave A Reply

Your email address will not be published.