Tradisi Tumplak Wajik Yogyakarta

0 156

Tradisi Tumplak Wajik Yogyakarta

Upacara Tumplak wajik merupakan titik awal langkah kerja  rangkaian upacara sekaten. Dengan upacara tumplak wajik diharapkan semua rangkaian upacara berjalan lancar mulai dari awal hingga akhir. Pelaksanaan upacara garebeg maulud memerlukan persiapan khusus, terutama pada saat membuat gunungan yang akan diperebutkan dalam upacara garebeg. Sebelum gunungan dibuat, para abdi dalem dan kerabat kraton melaksanakan ritual tumpak wajik. Prosesi ini digelar  tiga hari sebelum pelaksanaan garebeg. Upacara tumplak wajik adalah upacara pembuatan Wajik (makanan khas yang terbuat dari beras ketan dengan gula kelapa) untuk mengawali pembuatan pareden yang digunakan dalam upacara Garebeg. Upacara ini hanya dilakukan untuk membuat pareden estri pada Garebeg Mulud dan Garebeg Besar.

Dalam upacara yang dihadiri oleh pembesar Keraton ini di lengkapi dengan sesajian. Selain itu upacara yang diselenggarakan dua hari sebelum garebeg juga diiringi dengan musik ansambel lesung-alu (alat penumbuk padi), kenthongan, dan alat musik kayu lainnya. Setelah upacara selesai dilanjutkan dengan pembuatan pareden. Upacara Tumpak wajik merupakan upacara pembuatan wajik. Pelaksanaan upacara ini diawali dengan seni  gejog lesung yang dimainkan para abdi dalem berseragam merah. Mereka dengan antusias memainkan lagu-lagu jawa seperti lompong keli, tudhung setan dan owal-awil.

Sebelum upacara tumplak wajik dimulai terlebih dahulu dipanjatkan doa memohon keselamatan yang dipimpin oleh Penghulu kraton. Setelah doa selesai kemudian wajik ditumpahkan untuk dibuat kerangka gunungan estri. Setelah prosesi ini selesai, abdi dalem perempuan lalu mengoleskan dlingo bengle atau empon-empon berwarna kuning di sekitar wajik. Adapun sisa bengle ini kemudian dibagikan kepada warga yang menyaksikan di luar pagar Panti Pareden. Warga antusias mendapatkan empon-empon itu untuk dioleskan ke badan sebagai sarana tolak bala.

Wajik dipilih sebagai simbol dalam upacara ini karena wajik terbuat dari bahan ketan dan gula jawa yang melambangkan manis dan mempererat persaudaraan. Prosesi tumplak wajik hanya berlangsung sekitar 30 menit. Wajik berwarna coklat muda ini berdiameter sekitar 40 cm ini selanjutnya dirangkai menjadi gunungan estri. Adapun hiasan gunungan estri seluruhnya dibuat dari bahan dasar ketan. Prosesi tumplak wajik ini mengawali pembuatan gunungan akan diperebutkan dalam upacara garebe.

Source Tradisi Tumplak Wajik Yogyakarta Uniknya Jogja
Comments
Loading...