Tradisi-Tradisi di Sendang Sani Pati

0 59

Tradisi-Tradisi di Sendang Sani Pati

Sebagai salah satu tempat dan situs bersejarah, Sendang Sani memiliki tradisi yang dari dulu sampai sekarang masih berkembang. Tradisi tersebut terus dibudidayakan hingga saat ini dengan tujuan agar orang-orang zaman sekarang masih dapat mengetahui tentang tradisi tersebut. Salah satu tradisi yang masih tetap berkembang di kawasan Sendang Sani yaitu upacara Handodento. Upacara Handodento selalu dilaksanakan setiap tahun tepatnya setiap bulan Mulud (Rabiul Awal).

Adapun tata upacara Handodento yaitu diikuti oleh beberapa orang dari Yayasan Handodento yang berada di Yogyakarta. Orang-orang tersebut datang ke Sendang Sani dengan mengenakan pakaian lengkap jawa asli, yaitu berupa jarik (semacam kain yang lebar dan memiliki motif batik atau biasanya disebut dengan kain batik, biasanya dilengkapi dengan kemben sebagai pasangannya untuk mengenakan jarik ini) dan kebaya serta juga disertai dengan sanggul asli jawa bukan sanggul modern bagi kaum wanita. Berbeda dengan kaum wanita, untuk kaum lelaki hanya menggenakan jarik, pakaian beskap (sebuah pakaian asli jawa yang bentuknya seperti jas namun jas tersebut lebih pendek), serta juga mengenakan blangkon (seperti topi atau tutup kepala yang terbuat dari kain, biasanya kain yang digunakan untuk membuat blangkon berasal dari kain batik).

Para peserta upacara Handodento kemudian berjalan dari dalam Sendang Sani sampai dengan makan Adipati Pragola Pati yang lokasinya tidak begitu jauh dari kawasan Sendang Sani. lokasinya hanya sekitar berjarak kurang lebih 100 m dan hanya melewati sebuah jalan yang menanjak di mana di sebelah kanan dan kirinya terdapat sawah-sawah milik penduduk sekitar. Mereka berjalan dengan berbaris serta berjongkok dengan pelan-pelan. Dan sesampainya di makam Adipati Pragola Pati, para peserta upacara melakukan beberapa ritual kejawen.

Selain tradisi upacara Handodento, juga ada tradisi syukuran. Sebenarnya syukuran bukan termasuk tradisi karena tidak rutin dilakukan. Namun, ada beberapa warga yang mengatakan kalau syukuran termasuk tradisi karena masih beberapa warga yang menjalaninya. Namun, tradisi ini hanya dilakukan oleh penduduk sekitar, tidak dilakukan oleh suatu yayasan. Biasanya syukuran diadakan oleh penduduk yang baru saja menerima suatu berkah atau anugrah yang besar ataupun biasanya yang sebelumnya disertai dengan nadzar.

Syukuran yang dilaksanakan biasanya ditandai dengan adanya nasi tumpeng dan seekor ingkung (seekor ayam yang dibiarkan tetap utuh atau dengan kata lain tidak dipotong-potong dan langsung dimasak, biasanya dimasak opor). Adapun tempat diadakan syukuran yaitu di sebuah tempat seperti sebuah pendopo yang berukuran lebih kecil di mana letaknya berdekatan tepat di samping tempat Sendang Sani berada. Adapun beberapa acara yang biasanya dilakukan saat syukuran berlangsung yaitu diantaranya doa bersama dan diakhiri dengan pemotongan tumpeng sebagai tanda bersyukur atas berkah dan anugrah yang diberikan oleh Allah. Para peserta syukuran juga biasanya memberikan telur rebus kepada bulus yang terdapat pada Sendang Sani sebagai makanan bulus tersebut.

Source http://naimashare.blogspot.co.id http://naimashare.blogspot.co.id/2013/01/sendangsani-tlogowungu-pati-jawa-tengah_17.html

Leave A Reply

Your email address will not be published.