Tradisi Syawalan Kaliwungu Kendal

0 273

Tradisi Syawalan Kaliwungu Kendal

Sepekan usai Idul Fitri, masyarakat Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, melaksanakan tradisi Syawalan. Nuansa keagamaan berbalut kearifan lokal itu dirayakan dengan berziarah ke makam para wali, ulama, serta kiai.  Syawalan resmi dibuka oleh Bupati Kendal di Makam Kiai Guru. Lokasi ini merupakan makam pendiri Masjid Agung Kaliwungu yang juga dikenal sebagai Kiai Asy’ari. Mulai buka tradisi Syawalan di Kaliwungu berawal dari ziarah kubur Kiai Asy’ari oleh keluarganya. Kebiasaan ini nyatanya diikuti para kerabat, santri dan keluarganya hingga diikuti warga sekitar.

Tak salah, ribuan warga dari penjuru Kabupaten Kendal dan wilayah sekitar pun turut berziarah ke makam Kiai Guru mulai tanggal 8 Syawal. Ini terbukti dari berjejalnya antrean peziarah di kompleks makam Kiai Guru. Warga datang secara rombongan dan memanjatkan doa di makam Kiai Guru yang mendirikan masjid Al Mutaqin Kaliwungu

Padahal, jalan menuju kompleks pemakaman bukan terbilang mudah. Peziarah harus mendaki sejauh lima kilometer di bukit Jabal Protomulyo. Namun, nyatanya, tiap tahun makin banyak warga yang berwisata sejarah sekaligus doa ke makam para aulia Kaliwungu itu. Cukup beralasan bagi Bupati Kendal menjadikan kawasan ini sebagai wisata religi. Sebab, ramainya peziarah juga dimanfaatkan para pedagang untuk memutar roda ekonomi. Pada radius hingga 10 kilometer dari makam, banyak pedagang kaki lima menjajakan dagangan.

Apalagi, peziarah tak sekadar mengunjungi makam Kiai Guru. Bahkan, ziarah kubur melebar ke makam Sunan Katong, Pangeran Mandurarejo, dan Pangeran Pakuwaja. Belakangan, para peziarah juga menyambangi makam Kyai Mustofa, Kyai Musyafa’, dan Kyai Rukyat. Makam-makam itu boleh dikata masih berada dalam satu kawasan.

Source http://jateng.metrotvnews.com http://jateng.metrotvnews.com/read/2016/07/12/554323/mula-buka-tradisi-syawalan-di-kaliwungu
Comments
Loading...