Tradisi Syawalan Di Kendal

0 141

Tradisi Syawalan Di Kendal

Tradisi syawalan yang digelar usai Hari Raya Idul Fitri di Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah Selasa (12/7) sore hingga petang. Acara ini diisi dengan kirab budaya dan gunungan hasil bumi. Ratusan warga rela saling dorong dan berebut gunungan yang sebelumnya diarak keliling kota.

Kirab budaya Nyi Pandansari atau Nyai Dapu sebagai bentuk penghormatan kepada Nyi Pandansari. Nyi Pandansari merupakan tokoh penyebar agama Islam di wilayah Boja. Ratusan warga Boja dan sekitarnya sudah memadati depan kompleks makam Sedapu di Kecamatan Boja.

Menunggu kirab gunungan hasil bumi tiba. Gunungan tersebut diarak keliling kota bersama kirab budaya Nyi Pandansari atau Nyai Dapu. Namun belum sampai di depan kompleks makam. Warga sudah mulai berebut gunungan hasil bumi meski sudah dihalau panitia.

Warga baik muda maupun tua saling dorong dan rela berdesakan, untuk bisa mendapatkan hasil bumi yang diarak dalam tradisi syawalan dan merti Desa Boja ini. Warga ingin mendapatkan berkah dari gunungan hasil bumi yang menggambarkan kemakmuran dan kesejahteraan.

Meski harus berdesakan dan saling berebut gunungan hasil bumi ini. Namun warga senang jika bisa mendapatkan sayuran atau buah-buahan walau sedikit. Sayuran yang didapat akan dijadikan sayur dan disantap bersama keluarga. Harapannya dapat berkah dari sayur ini dan kesejahteraan melimpah.

Makna dari kirab gunungan hasil bumi ini, sebagai bentuk semangat warga untuk saling bergotong royong. Kirab sendiri terdiri dari iring-iringan Nyai Pandansari yang menunggang kuda dan diikuti barisan pengawal berpakaian hitam dan putih serta prajurit perempuan.

Nyai Pandasari yang juga adik kandung Ki Ageng Pandanaran tokoh pendiri Kota Semarang ini masih melekat di relung hati masyarakat Boja. Kirab menempuh jarak 5 kilometer ini membawa serta gunungan hasil bumi, yang menggambarkan rasa syukur masyarakat Boja, yang sudah diberi rejeki oleh sang kuasa.

Kirab ini sebagai bentuk tradisi tahunan masyarakat Boja untuk menghormati leluhur penyebar agama Islam di wilayah ini. Selain itu juga sedekah bumi dengan mengarak gunungan hasil bumi sebagai bentuk kemakmuran dan rasa syukur atas berkah yang diberikan oleh sang pencipta. Sejumlah tokoh agama dan masyrakat Boja sendiri usai mengikuti kirab menggelar tahlil di makam Nyai Dapu. Tradisi syawalan di Boja ini merupakan agenda tahunan dan menjadi wisata religi warga Kendal dan sekitarnya.

Comments
Loading...