Tradisi Suran Traji Di Temanggung

0 45

Tradisi Suran Traji Di Temanggung

Suran Traji adalah Tradisi kebudayaan yang berasal dari Desa Traji Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung. Tradisi ini merupakat adat budaya yang dilaksanakan pada malam 1 suro guna menyambut pergantian tahun baru islam (hijriah).

Acara adat budaya ini dilaksanakan setiap setahun sekali. Upacara Adat 1 suro dilaksanakan sebagai ucapan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan sumber air yang yangat mencukupi bagi kehidupan masyarakat Desa Traji dan Desa Lain sekitar pada umumnya.

Pak Lurah dan Bu Lurah Traji didandani pakaian adat Jawa layaknya pengantin untuk upacara adat 1 Suro. Persiapan untuk upacara Adat antara lain gunungan hasil bumi, kepala kambing & tracak (kaki kambing) yang sudah di kukus matang, ingkung ayam, dan makanan jawa lainya sebagai pelengkap acara Doa bersama di sendang Si Dukun.

Upacara dilaksanakan pada pukul 18.00 WIB sore hari, karena menurut hitungan ilmu jawa pergantian hari mulai pukul 18.00 WIB. Maka pada pukul tepat 18.00 WIB acara adat 1 Suro dimulai. Sebelum pelaksanakan arak-arakan gunungan menuju sendang Si Dukun, semua perangkat Desa beserta tokoh masyarakat melaksanakan doa bersama di Balai Desa yang dipimpin bapak kesra di Traji.

Setelah acara doa bersama di balai Desa arak-arakan dimulai. Bapak dan Ibu Lurah Traji diarak menuju sendang Si Dukun yang jaraknya dari Balai Desa kurang lebih 700 m. Acara arak-arakan berlangsung lama dikarenakan penuhnya masyarakat yang ikut serta akan acara ini.

Setelah sampai di Sendang Si Dukun doa bersama dilaksanakan dipimpin oleh Juru Kunci Sendang Sidukun. Setelah doa bersama selesai, gunungan hasil bumi dibagikan kepada warga. Gunungan hasil bumi yang dibagikan dipercaya warga masyarakat membawa berkah, jadi kegiatan pembagian gunungan berlangsung sangat ramai.

Setelah acara Di Sendang Si dukun selesai, arak-arakan dilanjutkan menuju sendang Kali Jaga. Disana juga dilaksanakan doa bersama. Setelah selesai rombongan kembali ke Balai Desa. Sambil menuju jalan pulang ke Balai Desa, Pak Lurah dan Bu Lurah membeli jajanan dipinggir jalan dengan uang recehan tetapi uniknya boleh mengambil apa saja. Dipercaya uang recehan yang di pakai buat membayar bisa mendatangkan berkah.

Acara arak-arakan telah selesai, setelah itu adat 1 suro  dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit yang dilaksanakan di Balai Desa Traji selama 1 hari 2 malam. Tema atau lakon pewayangan diharuskan mengambil tema tambak (bendungan) dikarenakan Traji terkenal dengan sumber mata air yang bagus dan melestarikan peninggalan nenek moyang yang harus dipertahankan. Untuk melengkapi Upacara Adat 1 Suro, Desa Traji juga menyuguhkan festifal kesenian pada siang harinya. Berbagai macam seni di tampilkan di Desa Traji.

Source http://desawisatatraji.blogspot.co.id/ http://desawisatatraji.blogspot.co.id/2017/04/potensi-wisata-desa-traji.html

Leave A Reply

Your email address will not be published.